Waspadai Bahaya Kutu Pada Bulu Burung Kicau

Posted on

Waspadai Bahaya Kutu Pada Bulu Burung Kicau – Burung kicau yang kita pelihara dan kita rawat dengan baik akan selalu sehat. Burung yang sehat akan rajin berkicau bahkan gacor setiap harinya. Beberapa orang dari sobat kicau memelihara burung dengan tujuan masing-masing. Sebagai burung rumahan, yang senantiasa menjadi penghibur saat berada di rumah. Sebagai burung lomba untuk sobat yang hobi lomba (kontes burung). Sebagai usaha, baik dari penangkaran (breding) maupun bisnis jual beli burung. Apapun tujuannya kita memelihara burung tersebut, yang terpenting adalah memeliharanya dengan baik.

Pada postingan kali ini, Paburung ingin berbagi tentang bahaya kutu pada burung kicau. Hal ini terinspirasi karena sebulan yang lalu saya dititipi untuk merawat burung kacer oleh kawan lama di dunia hobi kicau. Mulanya saya kenal dia saat ngombyok burung bakalan di sebuah kios. Karena kebetulan barengan, kami ngombyok sambil sedikit shering, saling bertanya tentang hal-hal seputar dunia hobi yang menyenangkan ini. Pertemanan kami terus terjalin, dan ternyata dia pun suka ikutan kontes burung. Makin lama kami kenal dan semakin dekat karena sering gantang bareng.

bahaya kutu pada burung

Paburung yang satu ini orangnya sangat tekun dalam memelihara burung-burung di rumahnya. Burungnya yang saat itu ada 10 sangkar, sehat dan gacor. Saya pun sangat salut pada beliau, disela-sela kesibukannya dia selalu menyempatkan waktu untuk burung kesayangannya. Singkat cerita, kami lama tidak bertemu. Tak ada kabar atau pun berita darinya. Suatu hari dia menelpon dan hendak ingin berkunjung ke tempat saya. Siapa yang tak senang jika akan ada tamu kawan lama yang satu hobi, OK saya tunggu di rumah, ucap saya. Beberapa jam saya menunggu, saya seting-seting burung peliharaan saya, karena saya pikir jika dia ke rumah, pasti bawa burung jagoannya.

Singkat cerita, dia sudah sampai, mobilnya diparkir tepat di depan rumah saya. Dia menghampiri saya sambil membawa satu sangkar ukuran 2, saya pikir dia bawa burung apa. Ternyata burung kacer yang dulu andalannya. Lama kami ngobrol dan dia pun menyampaikan permasalahannya. Inti dari cerita ini adalah saya diminta mengurusi burung kacer yang memiliki masalah kutu pada bulunya. Burung terlihat murung, kurang gairah, bulu sangat tidak rapi dan mals sekali untuk bunyi.

Yang akan kita bahas kali ini adalah penyebab dan ciri-ciri dan bahaya burung  yang terserang kutu.

Penyebab timbulnya kutu pada bulu burung:

Semua kembali pada pola perawatan harian. Kawan saya sudah tidak sempat lagi merawat burung-burungnya karena dipindah tugaskan oleh atasannya. Dia pulang seminggu sekali dan bisa merawat burung hanya sabtu dan minggu saja. Alhasil burungnya ada yang mati, sakit, macet bunyi dan yang satu ini, kasus kutu pada burung kacernya ini.

1. Kebersihan sangkar – Sangkar hendaknya dibersihkansetiap hari, agar burung merasa lebih nyaman di dalam sangkar. Sangkar yang bersih akan membuat burung menjadi lebih sehat karena tidak ada bakteri atau hal yang berbahaya di dalam sangkarnya. Kotoran burung mengundang penyakit dan hal-hal negatif, sa;ah satunya adalah kutu yang nantinya berkesempatan hinggap di bulu-bulunya. Baca juga Bahaya kotoran burung untuk kesehatan manusia.

2. Jadwal mandi Burung – Pola rawatan yang baik asalah satunya adalah memperhatikan pola mandi burung jagoan kita. Pada umumnya, buurng yang kita pelihara dimandikan 2 kali sehari. Terbukti bahwa burung yang mandinya teratur akan memiliki bulu yang bagus, rapi dan mengkilap dibandingkan dengan burung yang jarag dimandikan. Dengan pola mandi yang teratur, kesempatan bagi kutu sangat kecil untuk hinggap atau menetap pada bulu burung.

3. Jadwal penjemuran – Burung juga membutuhkan sinar matahari untuk pembakaran lemak dalam tubuhnya, untuk mengeringkan bulu-bulunya sehabis mandi. Karena burung yang tak dimandikan biasanya mandi sendiri pada cepuk minum. Burung yang bulunya basah dan tidak dijemur untuk mengeringkannya akan menjadi lembab dan memberi kesempatan pada kutu untuk hinggap dan bersarang pada bulu-bulunya.

4. Tertular dari burung lain – Mungkin saja burung anda bebas dari kutu, kemudian sobat membeli burung baru dan ternyata burung baru tersebut bulunya berkutu. Kutu burung bisa berpindah tempat dan menulari burung lainnya. Baik karena berdempetan sangkar, atau melalui media perantara seperti keramba mandi yang sudah dipakai tidak diganti airnya untuk memandikan burung berikutnya.

bahaya kutu pada burung

Ciri-ciri dan bahaya burung yang terserang kutu:

1. Bulu kusut (tidak rapi) – Bulu burung yang dihinggapi kutu dan bersarang didalamnya akan terlihat kusut, acak-acakan, keriting dan ambrol perlahan. Bulu tersebut sangat sulit untuk tumbuh lagi, sekalipun tumbuh, tidak lama kemudian ambrol lagi.

2. Burung mencabuti bulu-bulunya – Selain karena rontok dengan sendirinya, burug juga seringmencabuti bulu-bulunya. Terlihat seperti menggaruk-garuk. Itu disebabkan karena gatal yang dideritanya karena kutu yang banyak bersarang pada bulu-bulunya.

3. Burung tak bergairah – Ciri ini di alami oleh burung yang bisa dikatan parah atau sangat banyak kutu-kutunya. Biasanya yang bulu-bulunya sudah banyak rontok dan mengalami kebotakan. Jangankan semangat untuk berkicau, untuk sekedar gerak atau makan saja burung ogah-ogahan.

4. Burung sibuk mencari kutu – Mungkin sobat pernah melihat bintik-bintik merah atau hitam pada wadah tempat minum untuk burung. Itu adalah kutu yang berhasil dicari dan dipetuk oleh burung kemudian dibuang kedalam wadah tersebut. Jika sudah demikian, sebagai pemilik harus ambil keputusan untuk menindak lanjutinya.

5. Tidak mau makan – Burung yang tidak mau makan bisa dikatakan mengalami sakit atau menahan rasa sakit. Burung yang terserang kutu akan ambrol bulu-bulunya, merasa gatal dan kesakitan. Hal tersebut yang menyebabkan burung malas makan dan ujung-ujungnya burung sakit.

bahaya, burung mati karena kutu

6. Kematian pada burung – Hal ini merupakan yang paling berbahaya pad burung yang terserang kutu. Burung yang kondisinya parah, dalamartian jumlah kutu yang bersarang pada bulunya semakin banyak. Burung selalu murung, bulunya mengembang dan akhirnya mati. Hal ini pernah saya alami ketika saya membeli burung ekek geling yang baru dirawat 2 minggu kemudianmati mendadak. Ketika saya amati, saat saya mau menguburkannya, tangan saya malah banyak dihinggapi kutu burung berwarna merah. Ngeri sekali saya melihatnya dan semoga sobat tidak mgelaminya.

Sebelum hal berbahaya menghampiri, ada baiknya sobat mencegah agar hal tersebut tidak terjadi. Langkah pencegahan ada pada faktor perawatan harian. Kebersihan sangkar, pola mandi dan jemur yang teratur akan membantu terhindar dari masalah kutu burung.

Untuk cara mengatasinya, saya akan berbagi pada artikel berikutnya.

Terimakasih sudah menyimak, Salam basmi kutu dari Paburung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *