Mengatasi Burung Gacoan Demam Panggung Di Arena Lomba

Posted on

Mengatasi Burung Gacoan Demam Panggung Di Arena Lomba – Demam panggung merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami gugup atau gerogi. Menimbulkan rasa ketidak PD-an sehingga hatinya resah, gelisah khawatir dan sebagainya. Setiap orang tentunya mengalami demam panggung. Mungkin disaat masih usia anak-anak yang hendak diharuskan tampil didepan orang banyak. Hal itu bersifat mansiawi, karena fase keberanian tampil di hadapan banak orang memang seperti itu jika tidak biasa.

burung demam panggung

Demam panggung kerap terjadi tidak hanya pada manusia, namun pada burung lomba pun sering terjadi demikian. Hal ini disebabkan karena faktor keadaan yang sangat ramai, jauh berbeda ketika burung tersebut ada d rumah. Belajar dari cerita beberapa orang sobat Paburung yang pernah mengalaminya. Burung andalan atau sering diistilahkan burung gacoannya tidak mau bunyi saat dilombakan. Burung yang dirumahnya paling jago, paling gacor dan paling bagus mentalnya ternyata di arena lomba berbeda. Burungnya tidak tampil maksimal seperti biasanya di rumah, yang lebih menjengkelkan ketika burung gacoan tersebut cuma numpang plungak plengok, loncat sana-sini, makan, mandi dsb.

Saya sendiri sering mengalaminya. Hal tersebut normal dialami oleh burung yang pertama kali dibawa ke ajang lomba. Faktor keadaan lingkungan arena lomba yang ramai adalah salah satu penyebab yang paling bisa menjadi alasan kuat terjadinya keadaan demam panggung tersebut. Misalnya terjadi pada kacer yang mbagong di lapangan.

Bagaimana solusinya agar burung tidak demam panggung:

1. Untuk pertama kali dibawa ke arena lomba, hal tersebut bisa dikatakan wajar. Lebih sering lah membawanya untuk dilombakan. Lihat perkembagan setiap minggunya saat di arena lomba. Jika sampai 3 kali (minggu) burung dilombakan masih demam panggung, mungkin memang mentalnya hanya sampai kelas burung rumahan.

burung demam panggung

2. Lanjutkan perawatan harian yang konsisten – Jika burung sudah mau gacor di rumah, maka bisa dikatakan pola rawatan sobat sudah benar atau nyaman untuk burung gacoannya.

3. Sering di trek atau dilatih mentalnya di rumah – Dengan cara diadukan dengan burung sejenis yang kualitas dan mentalnya sama, lebih bagus jika dilatih burung yang sudah kelas lapangan sebagai gurun vokalnya.

4. H-3 menjelang lomba – Pada saat penjemuran maupun setelahnya, gantung sangkar berdempetan. Hal ini sering dilakukan oleh para Plecimania sebagai persiapan lomba. Maksudnya agar burung tidak terlalu gacor di rumah, jadi tenaganya tersimpan untuk hari H lomba. Pada burung besar, biasanya dilakukan dengan di kerodong.

5. Perhatikan birahi burung – Dengan perawatan yang konsisten maka birahi burung akan terjaga dann tetap stabil. Sebagian sobat lebih suka meningkatkan birahinya, namun tetap memendamnya sampai hari H di arena lomba. Namun hal tersebut terkadang menyebabkan burung malah over birahi. (baca: cara mengatasi burung over birahi di arena lomba).

6. Lakukan pemanasan – Sebelum digantang, sebaiknya lakukan pemanasan. Biarkan burung berkicau dulu dibawah, bisa juga diberi suara terapai, atau suara masteran untuk memancing dia berkicau.

7. Ketika di rumah, gantung sangkar burung di tempat yang aga ramai, misalnya di pinggir jalan atau tempat yang sering dilewati lalu lalang manusia.

7. Burung belum mapan – Mapan yang saya maksudkan bukan berarti usia burung harus tua. Karena pada kenyataannya banyak burung muda berbakat dan bermental baja lebih bagus daripada burung yang lebih tua dan lebih lama dipelihara.

burung demam panggung

Apakah sobat pernah membaca artikel tentang istilah burung mapan lapangan..? Saya rasa artikel tersebut bisa menginspirasi.

Keunikan dari Tipe-tipe Burung Lomba:

1. Apakannah da pernah memiliki burung yang gacor di rumah ga ada duanya namun berbeda jauh saat dilapangan. Ingaatlah ada istilah “masih ada langit diatas langit”. Bukan berarti burung gacoan sobat tidak bagus, namun ternyata masih banyak burung yang lebih bagus.

2. Burung yang di rumah pendiam bahakan terkesan tidak gacor atau jarang berkicau. Mungkin pemiliknya akan tercengang, sedikit tidak percaya namun bangga terhadap burung yang di rumah pendiam tapi pada saat dilapangan lomba, burung tersebut tampil maksimal, ngotot dan semua isian yang dia bisa dan belum pernah anda dengar di rumah dibawakannya saat lomba. Tak jarang burung bertipe demikian menjadi juara saat lomba.

3. Burung yang berusia muda mampu melebih kemampuan burung yang lebih tua darinya. Baik dari segi mental, kicauan, volume, gaya dsb. Hal tersebut kembali kepada karakter dan bakat burung tersebut. Jika burung yang dewasa atau lebih tua menjadi juara, bisa dikatakan sudah biasa. Namun jika burung muda yang menjadi juara, alangkah senangnya hati pemilik burung berbakat tarung tersebut.

4. Burung yang dirumah seperti garabagan ternyata anteng dan nagen saat diganangan. sangat jarang burung bertipe seperti ini. Burung lomba biasanya atau kebanyakannya bertipe jinak lalat atau semi jinak.

5. Burung bertuan – Dala bahasa Sunda biasa ada istilah Ngadunungan. Pada saat lomba, burun gtersebut harus digantang oleh orang lain yang tidak dikenali burun gtersebut. Karena jika burun gdigantang oleh juragannya, burung tersebut bukannya berkicau, malah loncat sana-sini bahkan turun ke bawah seperti mencari tuannya. Hal ini biasanya dialami oleh burung yan gterlalu jinak.

burung demam panggung

Note:

  • Burung rumahan tidak akanmenjadi burung betipikal lomba jika tidak sering diasah mentalnya diajang lomba.
  • Lebih perhatikan bakat dan mentalnya daripada usianya.

Kunci utama untuk mengatasi burung yang demam panggung adalah dengan lebih sering melombakannya. Anggap saja yang pertama kali sampai ketiga kali adalah tahap perkenalan atau percobaan. Jika burung sudah biasa atau dengan keadaan atau kondisi ramai dilapangan lomba, burung tersebut tidak akan malu-malu atau takut lagi untuk mengeluarkan semua kemampuannya bahkan berpindah tempat ke arena lainpun.

Semua ada tahapannya, semua ada fase-fasenya dan semua ada waktunya. Terus latih mental perangnya, jangan kapok kondangan. Kesabaran sobat pasi terbayar oleh penampilan gacoan yang tidak demam panggung lagi.

Terimakasih sudah menyimak, semoga artikel ini bermanfaat.

Salam kondangan dari Paburung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *