Semua Jenis Burung FINCH Suaranya Unik & Warnanya Eksotik

Posted on

Semua Jenis Burung FINCH Suaranya Unik & Warnanya Eksotik – Dunia hobi merawat burung kicau semakin hari semakin berkembang. Burung-burung dipelihara didalam sangkar dengan perawatan yang benar mampu berusia panjang. Adapun tujuan para penghobi ini berbeda-beda. Ada yang hanya sekedar hobi dan selanjutnya menjadi bisnis sampingan bahkan bisnis utama.

Sebagian besar sobat kicau mania merawatnya karena hobi memeliharanya, baik itu sebagai hiburan di rumah maupun merawatnya untuk dilombakan.  Burung Finch yang akan kita bahas memiliki daya tarik yang menjadikan dirinya sebagai alasan kuat mengapa kini banyak dipelihara oleh sobat kicau. Burung finch menawarkan keunikan suaranya dan juga keindahan warnanya yang eksotik, dimana yang kita tahu, sebagian orang memelihara burung sebagai hiasan yang mengandalkan keindahan warna dan tidak terlalu melihat faktor kicauannya.

ragam jenis burung finch

Dari hobi menjadi inspirasi untuk berbisnis, ya… memang begitu kenyataannya. Sebagian sobat kicau juga memanfaatkan hobi dunia burung kicau ini untuk bisnis guna memenuhi kebutuhannya. Berbagai jenis usaha dari burung kicau diantaranya, jual beli burung. Menangkap burung dari hutan dan yang paling saya acungi jempol adalah untuk sobat kicau yang berbisnis menangkar burung serta membuat pakan untuk burung kicau yang kian hari semakin banyak macamnya.

Pada postingan kali ini kita akan membahas satu nama burung yang unik dalam hal suara dan juga memiliki warna yang indah sebagai burung hias. Burung Finch namanya, di Indonesia sendiri burung ini sudah lama ada. Burung finch masih satu genus dengan burung pipit atau burung emprit. Banyaknya burung yang di import dari luar negri dan keberhasilan beberapa breeder mengawinsilangkan burung pipit ini membuatnya banyak jenis warna yang menjadikannya semakin unik dan indah.

Pengetahuan dasar tentang burung finch:

Burung finch atau pipit sejak dulu sudah dikenal dunia. Burung dari genus Frigillidae ini dulu dipakai oleh seorang ilmuan bernama Charles Darwin dalam pengembangan teori evolusi yang ditelitinya di kepulauan Galapagos. Sebagai burung pemakan biji-bijian, burung-burung fich tersebut ternyata memang berevolusi. Mereka berhasil memperkecil ukuran paruhnya guna memenuhi kebutuhannya dalam memperebutakan makanan jenis biji-bijian. Hal itu terjadi setelah 20 tahun burung tersebut berkompetisi dengan burung-burung yang lebih besar dengan makanan yang sama. Burung finch memperkecil paruhnya sehingga mampu memakan biji-bijian yang kecil sedikitpun. Hal tersebut lebih membuatnya nyaman karena pakan biji besar hampir habis. Dengan begitu burung finch tak lagi bersaing untuk mendapatkan makanan, sedangkan burung berparuh besar sebagai pesaingnya banyak yang mati karena ketersediaan pakan hanya biji-bijian kecil yang tak bisa dimakannya karena paruhnya terlalu besar.

ragam jenis burung finch

Peter Grant seorang ilmuan dari Princeton University juga melakukan riset di kepulauan galapagos, karena di pulau tersebut banyak sekali jenis burung finch ini. Peter Grant yang saat itu risetnya didanai oleh National Science Foundation menuliskan hasil penelitiannya pada jurnal science. Dimana Grant menyimpulkan dimana yang mulanya dia meneliti perubahan-perubahan dimana burung harus mengubah makannannya pada saat kekeringan. Namun ternyata, maknannya tetap sama dan yang berubah adalah ukuran paruhnya. Menurutnya burung yang berkompetisi memperebutkan makanan tersebut mampu berevolusi dan bertahan hidup.

Banyaknya kolektor burung yang menginport beberapa jenis burung dari mancanegara juga banyaknya breeder yang berhasil menangkarnya, membuat jenis burung finch semakin banyak. Kali ini adalah 10 jenis burung finch yang paling diminati di Indonesia.

10 jenis burung finch yang paling diminati di Indonesia:

1. Gould Amadine (Gouldian finch/Erythrura gouldiae)

ragam jenis gould amadine finch

Gould Amadine adalah jenis burung finch yang paling dicari, hal itu dikarenakan keindahan warnanya yang sangat mempesona. Peminatnya tak hanya dari kaum adam, kaum hawa pun banyak yang memilih memelihara burung ini sebagai hiasan. Gould amadine merupakan burung pipit tercantik di dunia. Varian warnanya sangat memukau, menarik perhatian terlebih banyaknya burung yang di import kemudian dikawin silangkan dengan burung gouldian finch berbeda warna. Semakin bagus pola warna burung pipit ini, harganya semakin mahal.

Burung finch yang siap dikawinkan adalah burung pipit yang berusia 6 bulan keatas. Dimana jantan dan betina mulai dijodohkan seperti langkah berternak burung kenari. Namun yang membedakannya adalah cara membangun sarang yang dilakukan secara bergantian, jumlah telurnya juga lebih banyak yaitu sekitar 4-8 butir. Pipit tercantik ini juga akan mengerami telur-telurnya secara bergantian selama 2 minggu dan ketika menetas, piyikan bisa dipisah dari induknya setelah usia 1,5 bulan (45 hari).

Pakan untuk gould amadine ini terdiri dari beberapa macam biji-bijian yaitu, canary seed, niger seed, milet putih, juwawut dll. pakan tambahan atau extra fooding yang biasa diberikan berupa sayuran segar diantaranya dan selada, kangkung, jagung muda dsb. Telur rebus, roti tawar, kulit telur dan juga sotong diberikan sebagai tambahan mineral dan kalsium untuk burung gould amadine ini.

2. Zebra Finch (Taeniopygia guttata)

burung zebra finch

Burung pipit cantik bermotif belang-belang pada dadanya seperti kuda zebra ini juga termasuk burung finch yang banyak dicari pecinta burung kicau. Hal tersebut juga karena keindahan dari motif warna burung pipit jenis ini. Sama seperti gouldian finch, zebra finch juga memiliki banyak varian warna yang eksotik, hal tersebut dikarenakan hasil kawin silang zebra finch berbeda warna. Hasil dari croos breeding atau mengawinsilangkan burung zebra finch diantaranya zebra finch dada hitam, zebra finch muka hitam, zebra finch fawn, Florida fancy zebra finch dan zebra finch jambul. Burung-burung tersebut merupakan burung zebra finch yang banyak dicari sobat kicau penggemarnya.

Dua sub spesies asli burung zebra finch berasal dari mancanegara (import) dan juga zebra finch lokal asli Indonesia.

  • Taeniopygia guttata guttata, merupakan zebra finch yang berasal dari pulau timor, makanya banyak menyebutnya zebra timor. Zebra finch jenis ini banyak ditemukan di pulau Lombok dan Sunda kecil.
  • Taeniopygia guttata castanocis, burung zebra finch Import berasal dari Australia.

Kedua jenis zebra finch tersebut dapat dibedakan dari fostur tubuhnya. Dimana burung zebra finch lokal (timor) memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari burung zebra finch import.

3. Strawberry Finch/red avadavat (Amandava amandava)

burung strawberry finch

Jenis burung yang satu ini disebut strawberry finch (red avadapat) karena memiliki corak warna bulu yang menyerupai buah strawberry yaitu bulu-bulu yang didominasi warna merah dihiasi oleh bintik-bintik berwarna putih. Pada saat musim kawin, burung ini biasanya berubah warna terutama pada burung jantan. Dimana selama musim kawin, sang jantan akan lebih memproduksi warna merah dengan bintik-bintik putih yang lebih banyak, kepala berwarna merah gelap dan ekor berwarna hitam.

Strawberry finch termasuk kedalam kelompok waxbills. Mereka hidup di padang rumput tinggi, dataran rendah rawa-rawa dan semak belukar. Burung ini berasal dari Asia, mereka dapat di Jumpai di Kamboja, Laos, Vietnam, India, Cina, Thailand dan Myanmar. Di Indonesia sendiri burung strawberry finch banyak dijumpai di Jawa dan Sunda kecil (Lombok, Sumbawa, Sumba, Bali, Plores, Timor dan Alor).

Di pulau Jawa, strawberry finch ini lebih dikenal dengan nama emprit geni. Burung strawberry finch banyak dipelihara karena selain memiliki warna yang eksotik, kualitas kicauannya pun sangat mempuni terutama burung berkelamin jantan yang memiliki suara merdu menyerupai suara seruling dengan volume yang lantang. Sehingga burung ini sering dipelihara sebagai burung pemaster atau burung masteran.

Pakan untuk strawberry finch ini terdiri dari beberapa macam biji-bijian yaitu, canary seed, niger seed, milet putih, dan kecambah yang sering diberikan pada burung kenari. pakan tambahan atau extra fooding yang biasa diberikan berupa sayuran segar diantaranya dan selada, lobak dsb. Telur rebus, kulit telur dan juga sotong diberikan sebagai tambahan mineral dan kalsium untuk burung strawbery finch ini.

4. Star Finch (Neochmia ruficauda)

burung star finch

Jenis burung finch yang satu ini diberi nama star finch karena memiliki banyak motif bintik-bintik layaknya penglihatan kita pada bintang yang bertebaran di langit.

Burung finch dari spesies estrildid ini ditemukan di Australia. Memiliki ciri-ciri husus yaitu warna merah terang pada muka dan paruhnya, warna hijau pada punggung yang terkesan lembut, warna kuning keputihan pada bagian dadanya dan corak trotol atau bintik-bintik berwarna putih tersebar dari belakang mata sampai tubuh terutama bagian dada.

Ukuran tubuhnya tergolong lebih kecil, yaitu sekitar 11 cm. Jantan dan betina bisa dibedakan dari kecerahan warna nya dimana sang jantan memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan dengan betinanya. Burung star finch hidup berkoloni yang lumayan banyak dan habitatnya jauh dari pemukiman warga. Mereka bisa ditemukan di padang sabana yang luas, rawa-rawa, tepian sungai dan perkebunan tebu.

Jika burung strawberry finch dihiasi dengan wana dominan merah, maka warna yang dominan menghiasi burung star finch adalah hijau kalem. Daya tariknya tak hanya dari segi warna bulu yang eksotik, namun kualitas dan tipe suaranya yang mirip dengan rol burung edel sanger. Namun tidak begitu panjang dan lebih lirih. Burung yang kicauannya seperti rol sanger tersebut tentunya adalah burung star finch berkelamin jantan.

Pakan utamanya adalah biji-bijian dan kecambah seperti yang diberikan pada burung kenari. Untuk pakan tambahan atau extra fooding, star finch biasanya diberi jagung muda, oyong muda serta pakan hewani berupa serangga kecil seperti ulat hongkong/ ulat kandang dan juga kroto.

5. Cut-Throat Finch / ribbon finch (Amadina fasciata)

burung cut throat finch

Cut-throat finch merupakan burung finch yang berasal dari afrika. Disana burung ini cukup populer dan banyak penggemarnya. Di Indonesia sendiri, burung finch jenis ini banyak dicari baik untuk dipelihara maupun untuk dikembangbiakan. Terlebih burung ini disebut sebagai burung yang rajin bertelur, hanya saja dia kurang rajin mengerami telur-telurnya tersebut. Para breeder seringkali membabukan telur cut-throat finch ini pada burung finch jenis lain yang sedang bertelur juga.

Ciri-ciri umum burung cut-throat finch ini adalah memiliki ukuran tubuh sekitar 12-13 cm. Memiliki warna coklat tua pada bagian atas tubuhnya yang dipadu dengan bercak-bercak hitam menyerupai sisik ular atau ikan. Warna bulu ekornya adalah abu-abu kecoklatan, pada burung cut-throat finch jantan memiliki leher berwarna merah, sedangkan betina tidak memilikinya. Itu untuk jenis bruung cut-throat finch leher merah. Ada lagi jenis burung cut-throat finch berkepala merah, jenis finch yang satu ini memiliki bercak hitam putih pada dada hingga perutnya yang lebih banyak dan selintas tampak seperti sisik ular atau ikan. Warna yang mendominasi burung cut-throat finch ini adalah coklat tua.

Seperti kebanyakan burung finch lainnya, cut-throat finch juga memakan biji-bijian pakan kenari. Sedangkan pakan tambahannya sama dengan burung star finch yaitu sayuran hijau, oyong muda dan juga ef hewani seperti ulat hongkong atau ulat kandang, kroto dan jangkrik keci.

6. Owl Finch atau Bicheno (Taeniopygia bichenovii)

burung owl finch

Julukan lain untuk salah satu jenis burung finch yang banyak dicari ini adalah bicheno dan double barred finch. Burung ini berasal dari benua Afrika.

Daya tarik yang ditawarkannya sehingga banyak yang menginginkannya yaitu dari bentuk dan pola wajah yang menyerupai burung hantu (owl). Berparuh putih, bermuka putih dilingkari oleh garis hitam sampai leher kemudian putih lagi dan dibatasi kembali oleh garis hitam pada dada bagian bawahnya. Warna perut hingga pangkal ekor berwarna coklat muda dengan ekor berwarna hitam. Bagian atasnya berwarna coklat keputihan dengan sayap berbintik putih berukuran kecil-kecil.

Untuk membedakan burung owl finch ini sedikit sulit karena bersifat monomorfik yang artinya memiliki banyak kesamaan atau hampir sama persis. Namun jika diamati lebih seksama, burung jantan memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan betina yang warnanya terkesan pudar. owl finch jantan memiliki suara yang unik dan lebih panjang serta variatif dibandingkan betinanya yang bersuara lirih. Sang betina pun memiliki keunikan yaitu ketika hendak merayu jantannya. Tubuhnya dinaik turunkan seperti orang yang sedang melakukan skot jump sambil mengeluarkan suara lirih rayuannya. Jika jantan tertarik, sang jantan akan menyambarnya.

7. Pinstat atau Long tail finch alias shaft tail finch (peophila acuticauda)

burung pinstat finch

Jenis burung finch dari keluarga Estrildidae ini juga berasal dari Australia. Di Indonesia burung ini lebih dikenal dengan nama pinstat. Di mancanegara pun burung finch long tail ini banyak sekali penggemarnya sehingga banyak pula julukan lain untuknya diantaranya blackheart finch dan heck’s finch.

Banyak penggemarnya (finchmania) yang memilih jenis finch ini karena lebih mudah dalam merawatnya, burung nya bisa cepat beradaptasi dan akrab jika dikoloni dengan burung finch jenis lainnya.

Warna coklat kekuningan yang terkesan kalem dan lembut mendominasi warna seluruh bagian tubuhnya. Bagian kepalanya berwarna abu-abu, dengan mata berwarna hitam sampai ke pangkal paruhnya yang berwarna merah, bagian lehernya berwarna hitam.

Membedakan kelamin jantan dan betina burung pinstat tergolong cukup sulit, karena burung ini termasuk burung monomorfik dimana jantan dan betinanya susah dibedakan. Namun beberapa referensi dapat membantu anda yng hendak ingin memeliharanya.

  • Pinstat jantan dan betina sama-sama memiliki warna hitam pada leher atau tenggorokannya, namun warna hitam tersebut dimiliki jantan dengan ukuran yang lebih lebar dan membentuk seperti segitiga.
  • Paruh pinstat jantan dan betina sama-sama merah, namun merah paruh sang jantan terkesan tegas dan terlihat lebih tebal dari betinanya yang memiliki merah pada paruhnya lebih terang sehingga terkesan aga tipis dari jantannya.
  • Pinstat jantan dan betina sama-sama memiliki ekor hitam, yang membedakannya adalah jantan memiliki ekor yang sedikit lebih panjang dari pinstat betina.
  • Jantan pinstat dan betina sama-sama berwarna abu-abu pada bagian kepalanya, namun jantan memiliki warna abu-abu yang terkesan lebih bersih dari sang betina.
  • Garis-garis kecil pada sayap pinstat jantan lebih tebal dari betinanya.

Sama seperti burung finch lainnya, finch pinstat juga memakan biji-bijian sebagai pakan utamanya. Untuk pakan tambahannya pun sama yaitu sayuran hijau segar dan juga serangga kecil seperti ulat hongkong, jangkrik kecil dan juga kroto.

8. Bengkalis atau emprit jepang (Lonchura Striata Domestica)

burung emprit jepang

Keindahan bulu, kicauan dan gaya goyang pinggul saat berkicau merupakan daya tarik yang dimiliki burung finch import yang satu ini. Emprit jepang (emje) ini juga dikenal sebagai burung pengasuh. Hal itu dibuktikan oleh banyak breeder yang menangkar burung kenari, edel sanger dan burung blackthroat. Dimana mereka memanfaatkan burung penyayang yang penuh perhatian dalam mengerami telur dan mengasuh anaknya.

Emje sering dimanfaatkan untuk mengerami telur-telur dari burung kenari, blackthroat dan sanger tersebut. Karena telur-telur tersebut dierami oleh emje, breeder bisa terus mengawinkan burung-burung tangkarannya agar terus memproduksi telur. Emprit Jepang juga dengan penuh kasih sayang mengasuh, meloloh dan membesarkan burung-burung tersebut. Tak peduli itu burung apa, namun emje memperlihatkan sifat pengasuhnya sampai piyikan bisa dipisah.

Menurut beberapa sobat breeder, burung emprit Jepang yang dititipi telur tidak harus dalam keadaan bertelur atau mengerami telur juga. Cukup dengan menaruhnya di sarang telur, naluri keibu-ibuan dari emprit Jepang akan langsung mengeraminya.

9. Gelatik Jawa atau Java Sparrow (Lonchura oryzivora/padda oryzivora)

gelatik jawa (java sparrow)

Burung gelatik jawa juga masih termasuk jenis burung finch. Dimana ciri-ciri dari burung gelatik Jawa atau gelatik wingko/gelatik belong adalah bulu-bulunya yang sangat halus. Hampir keseluruhan badannya berwarna abu-abu, kepala dan ekor berwarna hitam, kaki dan paruhnya merah muda dan warna putih pada pipinya. Setelah banyak breeder yang berhasil menangkarnya, baik itu breeder lokal ataupun mancanegara dari Eropa hususnya Belanda membuat burung gelatik Jawa banyak varian warnanya seperti silver, coklat, putih dan blorok.

Daya tarik yang dimiliki burung gelatik Jawa ini tak hanyadari keindahan warna yang dimilikinya, kualitas suaranyapun patut diacungi jempol. Tak heran jika banyak yang memelihara burung ini sebagai burung masteran disamping hiburan mata (burung hias). Sebagian sobat memeliharanya sebagai burung pengisi atau burung masteran salah satunya untuk memaster burung paling merdu di dunia yaitu burung murai batu.

Saat ini keberadaan burung gelatik Jawa di alam bebas sangat sedikit dan dikatakan hampir punah dari habitat aslinya di alam. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya alih fungsi lahan dan kerusakan alam. Penangkaran diharapkan dapat menghindari ancapan kepunahan tersebut. Burung gelatik Jawa termasuk memiliki jumlah telur yang banyak, sekitar 4-8 butir dan akan dieraminya kurang lebih 18 hari. Piyikan bisa makan sendiri dan belajar terbang saat usia 30 hari, namun dipisah dengan indukannya setelah berumur 45 hari.

Pakan untuk gelatik Jawa ini terdiri dari beberapa macam biji-bijian yaitu, canary seed, niger seed, milet putih, juwawut dll. Namun gelatik Jawa juga pemakan padi, bahkan dulu burung ini disebut-sebut sebagai hama bagi para petani padi. pakan tambahan atau extra fooding yang biasa diberikan berupa Telur rebus, roti tawar, kulit telur dan jagung muda.

10. Bondol hijau binglis atau Pin-tailed Parrot Finch (Erythrura prasina)

burung bondol hijau binglis

Burung finch atau burung pipit yang satu ini lebih sering dikenal dengan nama burung bondol hijau. Burung yang oleh kebanyak orang disebut sebagai burung asli Indonesia yang ternyata tidak begitu populer di Indonesia. Burung bondol hijau binglis ini juga banyak dijumpai di beberapa Negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, Laos, Brunei, Filiphin, Malaysia, Thailand dan Myanmar. Namun ternyata burung ini lebih digemari di Negara-negara Eropa bahkan disana burung bondol ini di ternakan.

Di Indonesia, buurng ini banyak tersebar di tiga pulau dan disetiap daerah asalnya burung ini memiliki nama atau julukan sendiri. Di pulau Jawa, orang Sunda menyebut burung ini dengan nama gelatik ngunguk. Di pulau Kalimantan, burung ini disebut pipit lansi dan di Sumatra burung ini dikenal denga nama rannas, tarahan dan terahan.

Warna warni bulunya sangat indah, juga bisa membedakan antara jantan dan betinanya. Burung kecil berukuran kira-kira 15 cm ini memiliki warna hijau pada bagian atas tubuhnya, mukanya berwarna biru cerah dan dada serta pangkal ekor bawah berwarna coklat. bagian perut dan ekor bagian atas berwarna merah muda. Sedangkan betinanya didominasi oleh warna hijau pada bagian atasnya dan warna coklat muda pada bagian dada serta coklat tua pada bagian bawah dada, perut dan ekornya.

Burung ini sering dijumpai di semak-semak hutan bambu, hutan lembab, tepi sungai dan bukit yang dekat dengan pesawahan karena burung ini sering menjadi hama yang datang dengan koloni kecilnya bergabung dengan burung pipit lainnya saat padi siap panen.

Itulah 10 jenis burung finch yang paling banyak dicari di Indonesia. Burung-burung finch semakinbanyak ragam motif dan corak warnanya, Hal ini dikarenakan banyaknya percobaan kawin silang yang menghasilkan varian baru untuk jenis burung finch ini. Selain menjadi hobi dan usaha, menangkar burung finch juga termasuk mencegahnya dari kepunahan.

Terikasih sudah menyimak, slam finchmania dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *