CIBLEK KRISTAL, Ciblek Jawa dan Ciblek Kapas

Posted on

CIBLEK KRISTAL, Ciblek Jawa dan Ciblek Kapas – Seperti yang sudah kita ketahui, burung ciblek merupakan burung berpostur kecil bertipikal petarung. Burung ciblek juga merupakan burung petarung paling populer di tahun 2016 di dunia perkicauan Indonesia.

ciri-ciri ciblek kristal

Banyak sekali nama lain untk burung ciblek ini, sehingga terkadang kita bingung terhadap jenis burung ciblek yang kita pelihara. Sebenarnya jenisnya tidak banyak, nama lain yang dijulukan pada burung ini cukup beragam dan hampir berbeda di tiap daerahnya.

Seperti pada judul yang saya tulis di atas. Apa perbedaan ciblek kristal, ciblek jawa dan ciblek kapas..? Sebetulnya tidak ada perbedaan, karena nama itu adalah untuk burung yang sama. Di daerah Jawa, ciblek jenis ini disebut dengan nama ciblek Jawa atau Perenjak Jawa, kebanyakan orang Sunda memanggilnya ciblek kapas karena keseluruhan warna dada, perut sampai ekor berwarna putih seperti kapas, sedangkan nama ciblek kristal muncul dari kalangan penghobi lomba. Karena ciblek jens ini disebut-sebut paling memiliki suara yang mengkristal sehingga burung ciblek jenis ini merupakan burung ciblek yang paling banyak dicari oleh setiap penghobinya.

Ciri-ciri burung ciblek kristal, ciblek Jawa ataupun ciblek kapas:ciri-ciri ciblek kristal

1. Berpostur kecil, sekitar 12-13 cm dar kepala sampai ekornya.

2. Bulu bagian punggung berwarna hitam kehijauan.

3. Warna dada, perut sampai pangkal ekor berwarna putih seperti kapas.

4. Ujung ekor terdapat warna hitam dan putih yang berpadu membentuk bulatan hitam putih.

 5. Suara bren rapat, nyepeed dan panjang-panjang. Volume tembus dan mengkristal.

6. Karakter petarung lebih terlihat yang pada saat diadu, ekornya nyengklik dan bahkan dinaik turunkan seperti burung murai batu.

Sebagian besar beberapa ciri yang dimiliki burung ciblek kristal dimiliki pula oleh burun gciblek jenis lainnya. Yang membedakannya dalah warna bulu dan juga ukuran fostur tubuhnya.

Karakter burung ciblek kristal:

Burung berkarakter petarung yang tak mau kalah ini juga bersifat tempramental, artinya burung yang mudah marah terutama di alamnya jika ada burung jenis lain yang dirasa mengganggu kawasannya. Namun karena sifat tempramentalnya itu lah yang menyebabkan burung ciblek kristal mudah dijebak, baik dengan cara dijaring, atau dijebak dengan sangkar pikatan.

ciblek kristal juara

Suasana mikat burung ciblek bisa dikatakan seru, menurut orang yang suka menangkap burung. Jika jebakan disertai umpan burung ciblek jantan, sebelum terjerat jaring, ciblek yang di alam liar akan ngadu bren dulu dengan sang umpan atau jontrot dalam istilah bahasa Sunda, setelah puas ngadu, ciblek di luar sangkar akan agresif menyerang, jika umpan (jontrot) dalam sangkar pikatan, akan terjadi adu pisik, baik saat dia masih di luar ataupun sudah terjerat. Jika terlalu lama dibiarkan, biasanya salah satu akan mati.

Jika umpan (jontrot) ciblek berkelamin betina, sang jantan yang diluar akan tergoda, terutama jika ciblek betinanya lenjeh dan rajin mengeluarkan nada panggil hasnya. Jantan di luar sangkar atau target jebakan akan dengan agresif menyambar sangkar betina di dalam pikatan, atau pun terjebak jaring saat hendak menyambar ke sangkar betinanya.

Dulu burung ciblek jenis apapun mudah dijumpai di pepohonan belakang rumah, namun kini sangat sulit terlihat, sekalipun ada, mungkin itu milik tetangga yang kabur dari sangkarnya. Kehawatiran semakin berkurang nya populasi burung ciblek di habitatnya mengetuk kesadaran beberapa sobat Paburung yang baik hati, menimbulkan rasa ingin membredingnya dan ternyata banyak yang berhasil. Ilmu-ilmu atau cara membreding burung ciblek yang di share baik itu di media sosial maupun dalam artikel sebuah blog, menyebabkan para penghobi burung kecil berkarakter petarung ini ikut mencoba membredingnya.

anak ciblek kristal

Anakan burung ciblek yang masih trotol atau pun masih lolohan lumayan mahal dibandingkan dengan burung ciblek muda hutan, karena burung ciblek yang dirawat dari anak dirasa lebih bisa dimaster sesuai keinginan pemiliknya. Burung yang dipelihara dari anakan trotol bisa dijinakan total, burung bisa dilepas dan akan kembali ke sangkarnya, burung ciblek dari anak biasanya dirawat dan dibiasakan diperdengarkan sambil dilihatkan di cetrek oleh tangan dengan maksud agar kelak jika sudah dewasa, burung tersebut bisa di cetrek saat diadu atau saat lomba. Burung yang mnedengar cetrekan majikannya, akan lebih ngamuk ketika di lombakan.

Burung ciblek kristal dewasa yang sudah siap turun ke araena lomba tentunya sudah memiliki mental baja, volume tembus, bren rapat dan terkadang bervariasi. Untuk perawatan burung ciblek ngebren ngunci silahkan sobat baca 11 tips agar burung ciblek gacor, ngebren ngunci.

Apakah sobat mulai tertarik untuk memeliharanya..? Selamat mencoba menciptakan tembakan bren rapat.

Terimakasih sudah menyimak, salam ngebren dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *