extra fooding (EF) untuk burung kicau
Extra Fooding (EF) yang Diperlukan Burung Kicau

Extra Fooding (EF) yang Diperlukan Burung Kicau – Apa sih Extra fooding atau EF itu..?

Bagi newbie yang baru belajar di dunia hobi burung mungkin kata-kata tersebut sering didengar, namun sebagian belum memahami artinya itu apa..? apa perannya dalam dunia hobi burung kicau. Tenang sobat, pada postingan kali ini kita akan bahas tentang extra fooding untuk burung kicau kita.

Jika dilihat dalam artian yang luas, extra fooding berasal dari 2 kata.

extra = tambahan

food (fooding) = makanan

Jadi EF bisa diartikan sebagai makanan tambahan untuk burung kicau yang kita pelihara. Namun pada kenyataannya, terkadang makanan tambahan ini malah sangat diperlukan dan menjadi makanan pokok, bukan makanan tambahan.

extra fooding (EF) untuk burung kicau

Kenapa  extra fooding menjadi makanan pokok burung..?

Di alam bebas, pakan berupa EF tersebut memang menjadi makanan harian yang wajib dia makan, bedanya dia harus berusaha mencari sendiri makanan tersebut. Berbeda saat sudah dipelihara di dalam sangkar, yang kita anggap sebagai makanan pokoknya berupa voer atau pakan dari biji-bijian. Extra fooding yang kita berikan dapat berupa binatang atau serangga kecil untuk burung pemakan serangga, dan berupa buah-buahan untuk burung yang suka makan buah-buahan.

Extra fooding mampu memenuhi kebutuhan nutrisi, protein dan gizi yang sangat dibutuhkan burung. EF juga berperan untuk menaikan birahi burung, terutama untuk setingan lomba. Sudah terbukti bahwa extra fooding mampu memberikan rangasangan agar burung lebih rajin berkicau di rumah, lebih ngotot saat di lombakan. Extra fooding pun merupakan sumber tenaga, penyuplai energi agar burung lebih berstamina dan bisa mengikuti kontes beberapa kali naik gantangan dalam satu even.

Kini serangga pakan burung kicau mudah kita daptkan, di kios-kios burung hampir tersedia semua jenis extra fooding yang dibutuhkan burung peliharaan kita. Patutlah kita bersyukur, dengan semakin ramainya dunia hobi kicau burung, memudahkan kita untuk mendapatkan extra fooding tersebut. Keadaan ini juga membuka peluang usaha untuk beberapa orang berternak extra fooding seperti jangkrik, kroto, ulat hongkong dsb.

Pada postingan kali ini saya akan mencoba membahas beberapa macam extra fooding untuk burung kicau yang berupa hewan/serangga kecil.

Macam-macam extra fooding hewani:

1. Jangkrik

jangkrik, extra fooding burung kicau

Hewan kecil yang memiliki nama latin Gryllidae kini semakin populer, keberadaannya sangat mudah ditemukan di kios-kios burung. Berbeda dengan zaman dulu, jangkrik biasa kita cari di kebun atau lahan berumput hijau. Jika jaman dulu jangkrik dipelihara sebagai mainan untuk mengadu keras suaranya, kini jangkrik menjadi peluang usaha beberapa orang untuk menernakannya. Karena harga jangkrik memang menjanjikan keuntungan. Tak hanya di jual hidup-hidup, ada juga yang sudah dikemas menjadi semacam tepung. Tak sedikit pula yang menjualnya dalam bentuk telur, yaitu untuk memulai usaha ternak jangkrik.

Hampir semua burung kicau menyukai jangkrik, terkecuali burung pemakan biji-bijan seperti kenari tidak menyukainya.

2. Kroto

kroto, extra fooding

Kroto merupakan telur dari semut rangrang. Kroto biasanya ada di pepohonan yang tinggi dan rimbun. Namun saat ini sudah sangat jarang ditemukan kroto dipohon, bahkan lebih banyak kita temukan di kios-kios burung. Ketersediaanya juga dikarenakan sudah banyak yang menernakannya sebagai usaha dengan hasil yang waw. Kroto mengandung asam amino yang mampu memberikan rangsangan agar burung lebih rajin berkicau. Tak hanya dijual dalam bentuk utuh, kroto juga sudah banyak diekstrak menjadi bubuk atau tepung.

3. Ulat hongkong (UH)

ulat hongkong, extra fooding

Ulat hongkong merupakan extra fooding yang paling banyak ketersediaanya, selain mudah dternakan, harganya pun bisa dibilang paling terjangkau. Ulat hongkong merupakan sumber protein yang memberikan efek yang bagus untuk burung, birahi burung bisa naik menyesuaikan dengan suhu tubuhnya. Ulat hongkong juga berperan dalam penyetingan birahi burung lomba, misalnya pada burung pleci.

Selain banyak manfaatnya, ulat hongkong juga memberikan efek negatif jika diberikan terlalu banyak. Karena ulat hongkong bersifat panas, yang bisa membuat burung ambrol bulu-bulunya. Ada artikel menarik berjudul Manfaat dan bahaya ulat hongkong untuk burung pleci yang bisa anda baca. Agar lebih faham cara memberikannya sebagai pakan untuk burung kicau.

4. Ulat Jerman

ulat jerman, extra fooding

Hampir sama dengan ulat hongkong, namun ukurannya jauh lebih besar sekitar 3-5 kali lipat dari UH. Ulat jerman sudah banyak diternakan, ketersediaannya di kios burung mampu memenuhi kebutuhan sobat kicau yang memerlukannya untuk diberikan kepada burung kesayangan di rumah.

5. Cangkilung

cangkilung, extra fooding

Apa itu cangkilung..? Saya sudah pernah menuliskannya bebebrapa minggu yang lalu. Cangkilung merupakan hewan berwarna puti dengan tekstur lembut yang biasa diberikan pada burung yang umumnya berukuran besar. Cangkilung merupakan ulat yang hidup di dalam batang bambu besar (gombong) yang sudah patah setengahnya, hampir bisa dikatakan pohon bambu yang busuk atau tidak utuh. Cangkilung disukai oleh banyak jenis burung, karena bisa membuatnya tambah gacor dan tidak menimbulkan efek panas pada tubuhnya.

6. Cacing

cacing, extra fooding

Caing merupakan binatang yang pada umumnya hidup di dalam tanah. Burung-burung dialam biasanya akan turun dari pohon dan mencakar tanah untuk mendapatkannya. Cacing paling mudah ditemukan, terutama pada tanah yang gempur dan lembab, jumlahnya akan lebih melimpah jika tanah tersebut diresapi oleh air. Cacing juga banyak dipelihara dan dikembang biakan untuk dijadikan obat beberapa macam penyakit. Cacing disukai banyak jenis burung, selain membuatnya lebih aktif, cacing juga bisa merangsang burung untuk rajin berkicau. Karena banyaknya itu, cacing jarang sekali atau bahkan mungkin tidak ada kios burung yang menjualnya.

7. Belalang

belalang, extra fooding

Belalang memang banyak macamnya, namun yang paling disukai dan paling bagus untuk burung kicau adalah belalang yang berwarna hijau. Besar kecilnya belalang disesuaikan dengan ukuran burung yang akan diberikannya. Belalang merupakan sumber protein yang sangat besar, bahkan 3 kali lipat lebih banyak dari jangkrik. Cacing mampu membuat burung lebih sehat dan gacor, juga membuat bulu burung terlihat mengkilap.

Seperti pada cacing, belalang juga mudah ditemukan di rerumputan atau kebun sekitar rumah. Belalang mungkin tidak dijual di kios-kios burung seperti halnya cacing. Binatang lain yang biasanya tidak dijual di kios burung masih sangat banyak macamnya, seperti ulat daun bambu, ulat daun pisang, laba-laba kecil, orong-orong, gaang, kelabang, ikan kecil, kecebong dan masih banyak lagi.

Sedangkan extra fooding berupa buah-buahan dan daun yang biasa diberikan pada burung diantaranya pisang, apel, pir, jeruk, buah kersen, kedondong cina, ungkluk, mentimun, harendong, daun mengkudu dan sayur-sayuran berbentuk daun. Namun sebagian sobat tidak menggap buah-buahan dan dedaunan tersebut sebagai EF. Yang mereka  tahu, extra fooding adalah binatang yang disukai burung saja.

note:

Sebagai tambahan, extra fooding (EF) hewani juga dimanfaatkan sebagai doping alami untuk burung kicau. Pemberian EF yang berlebihan dapat membuat burung cepat ambrol bulunya, Setingan lomba yang tidak sesuai karakter burung dapat membuat burung menjadi OVER BIRAHI (OB) saat di lapangan kontes.

Mungkin anda ingin membaca cara mengatasi pleci OB saat digantang. Saya sudah pernah membahas sebelumnya.

Sekian ulasan tentang Extra fooding (EF) yang sudah sangat akrab dengan dunia hobi burung kicau.

Terimakasih sudah menyimak, salam sukses dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *