Beberapa Faktor Penyebab Burung Stres

Posted on

Beberapa Faktor Penyebab Burung Stres – Siapakah diantara sobat paburung tercinta yang pernah mengalami pusing tujuh keliling dikarenakan burung kicaunya mengalami stres…? Sepertinya jika kita saling bertatap muka, banyak dari sobat sekalian yang mengacungkan tangan. Saya sendiri pernah, bahkan beberapa kali memiliki  dan merawat burung stres. Dari mulai stres ringan sampai stres berat yang berkelanjutan, berbulan-bulan bahkan ada yang tak tertolong nyawanya.

Akhir-akhir ini, paburung merasa ada beberapa sobat yang bertanya atau sekedar mengobrol seputar burung stres. Kenapa dan apa saja penyebab burung kicau stres..? Bagaimana cara merawatnya..? Maka dari itu, timbulah inisiatif untuk menuliskannya disini. Bersumber dari beberapa kali obrolan, saling bertukar pikiran dengan beberapa orang sobat kicau yang sering kopdar dengan saya. Pada artikel ini, paburung sertakan pula beberapa suara terapi yang diharapkan mampu meringankan stres yang diderita burung kesayangan sobat sekalian.

faktor penyebab burung stres

Langsung saja ya disimak……

Beberapa Faktor Penyebab Burung Stres :

  1. Sangkar terjatuh – Hal ini pernah saya alami sendiri, dimana burung yang tadinya lincah, gacor, menjadi pendiam seperti pencipta lagu tak pernah bernyanyi setelah sangkarnya jatuh. Hal ini mengingatkan kita agar lebih hati” saat menggantang burung di rumah. Pastikan sangkar sudah menggantung sempurna, pastikan pula tempat atau sarana untuk menggantungnya kuat.
  2. Pindah sangkar – Tak sedikit burung yang dipindahkan sangkarnya mengalami stres di sangkar barunya. Hal itu mungkin karena burung belum atau tidak nyaman disangkar baru. Namun hal ini biasanya berlangsung tak lama. Setelah beberapa hari, burung bisa beradaptasi dengan sangkar barunya.
  3. Lingkungan baru – Misalnya burung yang dibawa atau didatangkan dari daerah jauh, luar pulau/luar daerah. Burung akan mengalami stres karena belum beradaptasi dengan lingkungan baru, iklim baru, suasana baru, majikan baru.
  4. Lingkungan yang terlalu ramai – Sering dialami oleh burung bakalan atau setengah jadi yang disimpan ditempat ramai. Ramai disini bisa berarti keramaian orang-orang, bisa juga semacam kebisingan lingkungan.
  5. Perjalanan panjang – Perjalanan panjang yang menyebabkan burung kelelahan, seperti orang mabuk perjalanan.
  6. Serangan luar – Misalnya serangan tiba-tiba oleh kucing atau tikus liar yang menyebabkan burung didalam sangkar kaget luar biasa.
  7. Down setelah diadu – Kebanyakan terjadi pada burung muda yang belum mapan dalam hal usia juga mental yang diadukan dengan burung dewasa yang sudah mapan dalam usia, mental, volume dsb.
  8. Badan kurang fit – Misalnya burung sedang mabung dipaksakan diadu walau keadaannya kurang fit. Penampilannya tak akan maksimal dan setelah pulang kerumah, burung menjadi stres, loyo tak bergairah.
  9. Mental belum cukup – Terlepas dari perbedaaan usia, namun mental tempur yang kalah dari lawan seusianya.
  10. Usia belum mapan – Burung muda yang dicoba diadu dengan burung yang lebih tua, mapan dalam hal usia.
  11. Pola rawatan yang kurang tepat – Pemberian pakan dan EF yang tak teratur, berganti-ganti atau tidak rutin. Jadwal mandi danpemasteran yang berganti-ganti setiap harinya. Namun faktor ini jarang terjadi pada kebanyakan burung yang sudah lama dirawat dirumah.

faktor penyebab burung stres

Perawatan burung stres :

  1. Sepikan/sunyikan burung – Jauhkan burun yang mengalami stres dari burung lain. Terutama jika di lingkungan sekitar banyak burung petarungnya. Jauhkan, jangan sampai melihat dan mendengar suara burung lain atau suara burung sejenis. Biarkan sendiri dulu, sambil dikerodong.
  2. Jauhkan dari lingkungan yang ramai – Jauhkan dari lalu lalang manusia, hewan, kendaraan atau kebisingan mesin yang bisa mengagetkan burung saat beristirahat.
  3. Terapi – Berikan atau dengarkan suara terapi agar membuat burung stres menjadi tenang. Biasanya burung diperdengarkan suara alam, suara gemerincik air, suara aliran air sungai atau bawa ke sumber air mengalir (lebih afdol).
  4. Rontokan bulu (untuk burung yang gagal mabung) – Burung yang sedang mabung, baik disadari atau tidak. Kemudian burung berhenti merontokan bulunya karena keburu stres, baik itu disebabkan oleh sangkar jatuh, kalah tempur atau stres karena faktor lainnya. Burung tak akan gacor lagi jika mabungnya tidak dituntaskan terlebih dahulu. Cara merontokannya yaitu dengan cara disepikan, full kerodong dan EF UH diperbanyak. Jika bulu sudah rontok semua, berikanjangkrik dengan jumlah yang perlahan ditambah. Pada saat tumbuh bulu baru, saat itulah waktu yang tepat untuk memberikan suara masteran, baik lagu baru maupun lagu yang biasa dinyanyikannya sebelum mengalami stres.

Beberapa Suara Terapi untuk Burung Stres :

1. Suara aliaran air sungai deras

2. Suara aliran air pancuran

3. Suara terapi ciblek

4. Suara terapi ciblek macet bunyi

5. Suara terapi kacer/decu

6. Suara terapi anis merah

7. Suara terapi + masteran cililin

8. Suara terapi pleci

9. Suara terapi pleci koloni

Akibat stres :

faktor penyebab burung stres

  1. Burung menjadi giras – Biasanya terjadi pada burung bakalan atau burung setengah jadi.
  2. Burung menjadi loyo, tak bergairah – Burung loyo tidak selalu dikarenakan kondisi fisik yang kurang fit, namun bisa juga karena faktor stres yang terlalu berat.
  3. Burung menjadi galak – Burung tak terima kekalahannya, bisa juga karena birahinya tak tersalurkan, bisa juga karena faktor ketakutan atau trauma.
  4. Burung menjadi sakit – Bulu ngembang, burung tak bergairah untuk melanjutkan hidupnya. Berikan makanan kesukaannya, suara terapi dan multivitamin diberikan teratur.
  5. Macet bunyi – Harus sabar menanti burung gacor kembali seperti sebelum mengalami stres.
  6. Ogah makan – Hal ini tentunya akan menghawatirkan, burung seperti tak lagi merasa lapar. Jika dibiarkan, burung akan sakit dan paling parahnya burung bisa mati.
  7. Burung mati – Hal ini dialami oleh burung yang mengalami stres berat. dari beberapa curhatan sobat paburung, faktor yang sering menyebabkan burung mati karena stres setelah kalah diadu. Misalnya burung cucak jenggot dan ciblek.

faktor penyebab burung stres

Tambahan :

Suara terapi (relaxasi) untuk sobat paburung yang ikut-ikutan stres memikirkan burung kesayangannya yang stres berkelanjutan :

Mungkin itulah beberapa faktor penyebab burung stres dan perawatannya. Terimakasih sudah membaca tips-tips dari Paburung.

Berhati-hatilah sebelum terjadi.

Semoga burung kicau kesayangan sobat sekalian dijauhkan dari stres, stres, stres…… 🙂

terimakasih……….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *