Istilah” Bahasa Dunia Hobi Kicau Burung & Pengertiannya

Posted on

Istilah” Bahasa Dunia Hobi Kicau Burung & Pengertiannya – Dunia hobi kicau burung semakin meningkat. Hampir di tiap daerah peminat hobi burung kicau berdatangan dari berbagai kalangan, tak hanya orang tua, anak kecil, anak remaja pun kini banyak menggemarinya bahkan kaum hawa turut serta didalamnya.

Seiring dengan keadaan tersebut, ditengah-tengah keakraban sesama sehobi kicau mania tentunya seringkalai kita mendengar bahasa-bahasa atau istilah yang mungkin tidak semua orang mengetahui artinya, terutama yang masih tergolong pemula. Untuk itu disini Paburung mencoba memaparkan istilah-istilah yang sering diucapkan para kicaumania seputar dunia hobi, baik itu dalam merawat, spek burung, lomba bahkan dalam hal jual beli.

Istilah” seputar hobi burung kicau :

istilah di hobi burung kicau

  • Kicau Mania – Seseorang atau lebih / para penggemar (penghobi) burung kicau. Di sebagian daerah, disebut juga paburung.
  • Gacor – Burung yang sudah lebih dari rajin berkicau, biasanya burung yang sudah gacor adalah burung yang sudah dirawat lama.
  • Harian rajin – Spek burung yang setiap harinya rajin berkicau, hampir mendekati ke tingkat gacor.
  • Ngeriwik – Spek burung yang sedang belajar berkicau, atau menyusun lagu dengan nada pelan atau lirih.
  • Wiklus – Spek burung yang sudah bisa ngeriwik dengan nada halus.
  • Wiksar – Spek burung yang sudah bisa ngeriwik dengan nada kasar.
  • Ngeplong – Suara kicau yang lantang atau keras, biasanya setelah melewati tahap ngeriwik. Burung yang ngeplong biasanya untuk spek burung yang sudah rajin atau gacor.
  • Ngobra – Gaya bertarung yang seperti ular kobra, biasanya ditunjukan oleh gaya bertarung burung kacer (KC), kolibri ninja (KONIN).
  • Teler – Istilah untuk gaya bertarung burung anis merah (AM) yang sudah gacor, sambil geleng-geleng kepala seperti orang yang sedang teler. Dalam keadaan ini biasanya burung cuek terhadap lingkungan sekitar.
  • Ngentrok – Gaya has bertarung burung cucak ijo (CI).
  • Ngebeset – Gaya has suara burung cucak jenggot (CJ). Biasanya dilanjut dengan suaranya gaharnya yang has yaitu ngebrewek.
  • Ngebren – Suara yang dikeluarkan oleh burung ciblek. Pada saat ngebren, paruhnya bergetar, suara tembakan dengan speed yang rapat merupakan ciri has bren ciblek (CB).
  • Ngekek – Gaya suara untuk burung lovebird (LB)
  • Ngalas – Biasanya diistilahkan untuk burung pleci (PC) yang mengeluarkan suara tembakan berulang-ulang beberapa ketukan. Ngalas pun terbagi menjadi dua tipe, yaitu ngalas standar dan ngalas isian. Ngalas standar artinya suara ngalas yang umum burung-burung pleci, sedangkan ngalas isian adalah suara ngalas disertai suara isian atau suara isian dinyanyikan untuk ngalas.
  • Nyrecet – Diistilahkan untuk burung bertipe suara nyrecet seperti kolibri, sepah, rambatan dsb.
  • Ngeban – Suara isian yang sama dinyanyikan berulang-ulang, misalnya oleh burung murai batu (MB) yang membawakan suara cah lilin terus menerus.
  • Ngebalon – Kondisi burung yang mengembangkan bulu atau badannya, biasanya saat burung sakit atau kalah mental saat diadu.
  • Mbagong – Ciri has burung kacer, dimana burung tersebut menunjukan badannya seperti kuda laut. Keadaan ini biasanya pada saat burung kalah diadu, burung drop atau over biarahi.
  • Ngerol – Suara yang berulang  – ulang dan berkesinambungan. Misalnya tipe suara burung kenari, blackthroath, pleci dll.
  • Suara ngristal – Suara burung yang terdengar jernih, nyaring dan bernada tinggi. Misalnya suara kristal yang dikeluarkan oleh burung ciblek.
  • Suara tembus – Suara yang dikeluarkan nyaringnya begitu lantang, diatas rata-rata.
  • Mompa – Gaya mengambil napas panjang, biasanya diperagakan oleh burung jalak-jalakan seperti jalak suren jawa kebanyakan. Namun gaya mompa ini hanya dilakukan oleh burung berjenis kelamin jantan.
  • Ngegaruda – Biasanya dilakukan oleh burung kutilang, trucukan dll. Dimana sikap tubuh ketika berkicaunya seperti burung garuda
  • Over birahi (OB) – Terjadi karena burung terlalu banyak diberi extra fooding, biasanya burung yang mengalami OB bertingkah ngleper atau pun mengeluarkan suara cerrr…….. ada juga yang menjadi sangat agresift. Kebanyakan terjadi pada burung setingan untuk lomba, dimana birahinya dipacu naik, namun terlalu tinggi.
  • Gestang – (gesek tangkringan) Biasanya terjadi pada lovebird dewasa yang over birahi atau minta kawin.
  • Ngeruji/ngejeruji – Tingkah laku burung yang sering neplok atau bergantung pada jeruji sangkar, tentunya hal ini bukan lah yang diinginkan sobat kicau pada umumnya.
  • Ngleper – Tingkah laku burung mengepak-ngepakan sayapnya, biasanya terjadi karena OB atau melihat burung lawan jenis jadi seperti minta kawin.
  • Neplay – Penampilan yang bagus, sangat menikmati pertarungan. Misalnya burung murai batu yang memainkan ekornya ataupun burung cucak ijo yang ngentrok saat diadu.
  • Mabung – Kondisi burung yang sedang berganti bulu.
  • Ambrol – Kondisi burung yang merontokan seluruh bulunya. (mabung total).
  • Ngurak – Sama artinya dengan mabung (moulting).
  • Nyulam – Kondisi burung yang mendorong bulunya jadi kembali setelah sebelumnya dilepaskan. Biasanya tak banyak, namun aga lama karena bulu-bulu yang lain sudah selesai ditumbuhkannya.
  • Dokor (dorong ekor) – Kondisi burung yang sedang dorong ekor setelah bulu ekornya ambrol.
  • Nopeng – Ditujukan untuk burung cucak ijo, dimana mukanya sudah terdapat warna hitam seperti topeng.
  • Medang – Kondisi kaki burung yang sudah nyisik, seperti pedang. Terjadi pada burung yang sudah berusia lebih (tua).
  • Vurtot – Ngevur total, kondisi burung sudah terbiasa makan vur.
  • Semi vur – Kondisi burung yang hampir terbiasa makan vur, biasanya dialami oleh burung bakalan MH yang dipelihara beberapa hari.
  • MH (muda hutan) – Burung muda hasil dari tangkapan hutan.
  • Trotol – Anak burung yang bulu-bulunya masih trotol.
  • Burung rumahan – Burung yang biasa dinikmati suara gacornya di rumah saja.
  • Burung lapang – Burung yang biasa diadukan diarena lomba.
  • Burung mapan – Burung yang sudah mapan, baik dalam hal usia maupun jam terbang untuk mengikuti lomba burung kicau.
  • Burung mapan lapangan – Burung yang tadinya belum mapan, kemudian sering dibawa lomba dan akhirnya mepan dalam hal mental tarung dan jam terbang serta kualitasnya.
  • Burung setengah kopling – Burung yang sudah gacor hampir mapan untuk bisa diikut sertakan dalam lomba.
  • Setting – Perawatan burung untuk lomba, biasanya pemilik mengatur menyeting birahi burung agar tampil maksimal selama lomba digantangan berlangsung.
  • Settingan – Pola perawatan husus yang dilakukan pemilik burung gacoan untuk dilombakan.
  • Burung Bakalan – Burung muda atau burung yang baru ditangkap, biasanya disebut juga grabagan dimana kondisi burung masih liar dan belum bisa berkicau didalam sangkar juga belum terbiasa makan voer.
  • Burung Siapan – Burung yang sudah siap menjadi indukan untuk ternak.
  • Bukpar – Buka paruh, biasanya ditunjukan oleh burung yang sudah siap ke arena lomba, dimana burung tersebut mengeluarkan suara dengan cara hampir semua paruhnya terbuka.
  • Memaster/mastering – Melatih burung supaya dapat menirukan suara yang dimasterkan, caranya dengan memperdengarkan suara yang ingin ditirukan baik dari burung langsung maupun dari mp3.
  • Umbaran – Kandang besar untuk burung berolah raga, melatih fisik.
  • Latihan militer – Melatih burung olahraga dikandang umbaran, dengan jangka waktu yang lebih lama dan lebih sering.
  • Glodok – Sarang untuk bertelur pada sangkar ternak, misalnya sarang untuk burung lovebird.
  • Untulan – Artinya burung lain untuk menemani burung gacoan. Biasanya dilakukan untuk setingan burung lomba, sebagai penenang juga sebagai pemacu birahinya supaya naik.
  • Jitot – Jinak total, burung yang tidak takut terhadap manusia, bisa diajak main-main diluar sangkar.
  • Doping – Nutrisi atau vitamin tambahan sebagai suplemen untuk meningkatkan stamina dan kualitas suara, biasanya diberikan pada burung untuk dilombakan.
  • EF (extra fooding) – Makanan tambahan selain voer.
  • UH – Ulat hongkong
  • UK – Ulat kandang
  • UJ – Ulat jerman
  • Aril – Istilah untuk burung berjenis kelamin jantan
  • Luna – Istilah untuk burung berjenis kelamin betina, sama dengan istilah Betty.
  • Kontes – Lomba burung kicau.
  • Latpres – Latihan prestasi, biasanya evennya lebih besar dari latber.
  • Latber – Latihan bersama, kontes burung yang evennya dibawah latpres.
  • Gebyar – Lomba burung kicau, biasanya lebih dari 3 jenis burung yang dilombakan.
  • G16 – Burung peserta lomba hanya 16 gantangan.
  • Kopdar – Kumpul bareng sesama penghobi burung, biasanya untuk sekedar mengobrol, ngopi bareng dan saling bertukar pikiran seputar dunia hobi burung kicau.
  • Bungkus kacang – Artinya adalah piagam penghargaan yang sudah diperoleh burung kicau. Istilah ini sering dikatakan kurang sopan karena kurang menghargai prestasi burung yang sudah memenangkan lomba.

istilah di jual beli burung

Istilah yang sering digunakan dalam transaksi jual beli burung :

  • Full set – Menjual burung dilengkapi dengan semua accesorisnya. Termasuk sangkar, kerodong, tempat makan dan minum burung serta setingannya.
  • + K – Menjual burung + sangkar.
  • + KK – Menjual burung beserta sangkar + kerodongnya.
  • Burja – Menjual burung hanya burungnya saja.
  • Gotik – Harga yang ditawarkan bisa nego sedikit.
  • COD – (cash on delivery), artinya bayar ditempat, biasanya penjual dan calon pembeli janjian untuk bertemu disuatu tempat yang disepakati untuk melakukan transaksi jual beli.
  • PCB – (pantau cocok bayar), dilakukan oleh calon pembeli berkunjung ke tempat penjual.
  • Booking – Biasanya untuk memboking burung pada postingan, agar tidak didahului orang lain.
  • Tes lapang – Burung yang akan dijual di test dilapangan lomba dan disaksikan oleh calon pembeli.

Mungkin itu yang bisa paburung sampaikan, lebih kurangnya mohon dimaklumi.

Salam sukses, Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *