burung pleci mapan lapangan
Istilah “Mapan Lapangan” Pada Burung Kicau (pleci)

Istilah “Mapan Lapangan” Pada Burung Kicau (pleci) – Salam kicau untuk sobat sekalian pecinta burung kicau se-Nusantara. Dunia kicau burung di Negara kita Indonesia berkembang dengan pesat. Peminatnya ramai beradatangan dari setiap kalangan. Hampir di setiap daerah, hobi burung kicau semakin ramai. Terbukti dengan banyaknya komunitas atau kelompok-kelompok pecinta salah satu burung kicau dan semakin banyak pula even-even kontes burung kicau di Indonesia.

Seiring dengan perkembangannya, tentunya banyak istilah-istilah atau bahasa yang sering dikatakan para penghobi burung kicau. Hal ini membuat banyak newbie merasa kebingungan mengartikannya. contohnya adalah yang akan kita bahas pada postingan kali ini.istilah mapan lapangan

Burung Mapan Lapangan

Itu merupakan sebuah istilah yang mungkin sering terdengar oleh sobat kicau yang memang sering turun ke lapangan. Bukan lapangan sepak bola, melainkan lapangan tempat kontes burung. Mapan lapangan bisa diaartikan sebagai burung kicau yang memiliki karakter atau mental bertarungnya terbentuknya di lapangan kontes. Pada awalnya burung sudah terpantau memiliki bakat lomba atau prospek untuk lomba. Burung tersebut sudah mampu berkicau buka paruh dengan durasi yang lumayan panjang, namun nyali atau mental masih angin-anginan, terkadang berani ngotot, kadang sambil loncat sana sini seperti ketakutan saat dilatih diadukan di rumah.

Burung Pleci Mapan Lapangan

Kita ambil contoh pada burung pleci yang memang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

istilah burung mapan lapangan

 Cobalah ajak burung Pleci yang terpantau memiliki bakat yang bagus, mental yang bagus, nyanyian bagus, full buka paruh dan memiliki durasi lumayan panjang ke tempat kontes. Coba dikolonikan bersama pleman-pleman lain dengan istilah di trek. Jika burung terlihat mau atau berani nyanyi, coba anda ikut sertakan. Jangan kaget bila pada minggu pertama burung tidak mau bunyi, loncat-loncat, mandi, berjemur, biarkan saja karena itu merupakan hal yang wajar. Burung tersebut kaget atau demam panggung ketika berada di tempat yang ramai dipenuhi burung-burung berkualitas dan sudah mapan. Namun jika saat di trek saja tidak menunjukan karakter bertarungnya atau tidak melawan, lebih baik burung tersebut jangan dulu diikut sertakan.

Burung mapan tidak diukur dengan usia, kebanyakan orang berpendapat bahwa burung mapan adalah burung yang berusia lama atau dipelihara sudah lama. Namun pada kenyataannya, burung yang baru dirawat minimal 6 bulan bisa menjadi juara diajang lomba jika burung tersebut memang istimewa dan berkarakter petarung sejati. Bisa saja itu karena faktor katuranggan yang diwariskan oleh leluhur burung tersebut.

Minggu kedua dan minggu ketiga anda coba bawa lagi burung tersebut ke tempat kontes, mungkin burung sudah mau berkicau walau belum maksimal. Pada minggu ke-4 burung akan lebih lama berkicau, karena semakin terbiasa dengan keramaian tempat kontes.

Semakin sering burung dibawa dan diikut sertakan diajang kontes, maka pembentukan mental akan semakin menguat. Burung yang istimewa tadi akan mapan dalam hal mental seiring berjalannya waktu. Jika sudah begitu kenyataannya, usia burung tidak terlalu berpengaruh. Mungkin anda memiliki burung lain yang sudah lebih lama dipelihara, namun di rumahpun tidak menunjukan bakat kelebihannya, maka burung tersebut belum termasuk mapan, walau usianya lebih tua dari yang lainnya.

Apakah anda sudah bisa memahami pengertian burung mapan lapangan ini..? Semoga anda dapat memilikinya.

Terimakasih sudah menyimak, Salam Mapan dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *