Cara Merawat ZEBRA FINCH dan Menangkarnya

Posted on

Cara Merawat ZEBRA FINCH dan MenangkarnyaSobat kicau tentunya sudah tidak asing dengan kata Zebra terdengar dilingkungan sekitar kita. Baik itu kuda zebra maupun zebra cross, dimana kita tahu bahwa zebra tersebut memiliki dua warna yang berpadu rapi sehingga terlihat belang-belang hitam putih. Burung pipit cantik bermotif belang-belang pada dadanya seperti kuda zebra ini juga termasuk salah satu dari 10 burung finch yang banyak dicari pecinta burung kicau. Hal tersebut juga karena keindahan dari motif warna burung pipit jenis ini. Sama seperti gouldian finch, zebra finch juga memiliki banyak varian warna yang eksotik, hal tersebut dikarenakan hasil kawin silang zebra finch berbeda warna. Hasil dari croos breeding atau mengawinsilangkan burung zebra finch di Eropa dan Amerika diantaranya zebra finch dada hitam, zebra finch muka hitam, zebra finch fawn, Florida fancy zebra finch dan zebra finch jambul. Burung-burung tersebut merupakan burung zebra finch yang banyak dicari sobat kicau penggemarnya.

cara merawat zebra finch

Dua sub spesies asli burung zebra finch berasal dari mancanegara (import) dan juga zebra finch lokal asli Indonesia.

  • Taeniopygia guttata guttata, merupakan zebra finch yang berasal dari pulau timor, makanya banyak menyebutnya zebra timor. Zebra finch jenis ini banyak ditemukan di pulau Lombok dan Sunda kecil.
  • Taeniopygia guttata castanocis, burung zebra finch Import berasal dari Australia.

Kedua jenis zebra finch tersebut dapat dibedakan dari fostur tubuhnya. Dimana burung zebra finch lokal (timor) memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari burung zebra finch import.

Cara membedakan Kelamin jantan dan betina Zebra Finch:

Memelihara burung zebra finch memang lebih baik sepasang, agar burung jantan tidak merasa kesepian, semakin lincah dan terpancing untuk rajin berkicau. Kehadiran sang betina juga tentunya bisa menjadi peluang kalau sobat ingin mencoba menangkarnya.

Sexing atau membedakan burung zebra finch lebih mudah jika dibandingkan dengan jenis burung finch lainnya, karena zebra finch memiliki sifat dimorfik atau keduanya memiliki perbedaan yang mencolok.

zebra finch jantan dan betina

  • Paruh – Zebra finch jantan memiliki warna paruh merah pekat (gelap) sedangkan paruh zebra finch betina berwarna merah terang atau lebih ke warna orenan.
  • Pipi – Sang jantan zebra finch memiliki pipi berwarna oren, sedangkan betinanya memiliki pipoi yang warnanya sama dengan warna tubuhnya atau abu-abu muda.
  • Sayap – Pada zebra finch jantan, sayap terlihat lebih indah karena dilengkapi dengan bintik-bintik berwarna putih yang tertata rapi, sedangkan betina tidak memilikinya sehingga sayapnya polos tanpa bintik.
  • Belang – Motif belang hitam putih yang terdapat pada dagu, leher sampai dada zebra finch hanya dimiliki burung berkelamin jantan. Betina tidak memilikinya sama sekali.
  • Ekor – Jantan dan betina sama-sama memiliki ekor belang hitam putih. Namun pada jantan zebra finch, warna hitam pada ekornya saling tersambung di bagian luar atau sisinya, sedangkan betina dibagian tengahnya.

Ciri has yang dimiliki sang jantan zebra finch memudahkan kita untuk membedakannya. Jika burung zebra finch yang dipilih merupakan burung yang sudah mutasi warna, maka kita bisa membedakan kelaminnya dengan mengacu pada warna paruh. Jika paruhnya merah pekat, maka burung tersebut bisa dipastikan jantan, sedangkan jika paruhnya lebih terlihat oren, maka burung tersebut berkelamin betina.

indukan zebra finch

Pakan, Perawatan dan suara Zebra Finch:

  • Pakan – Seperti pada burung finch lainnya, zebra finch juga menyukai pakan utama berupa campuran biji-bijian yang kaya akan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan burung. Biasanya burung diberi pakan kenari yang sudah banyak tersedia dipasaran. Bahan – bahan tersebut terdiri dari milet putih, jewawut, kenari seed, biji sawi, biji lobak, biji fumayin, biji selada, linseed, niger, haver dsb. Berikan pula buah-buahan segar sebagai sumber vitaminnya serta tulang sotong dan juga telur rebus sebagai pelengkap kebutuhan kalsiumnya. terutama pada burung yang sedang dalam proses breeding.
  • Perawatan – Burung finch yang memiliki sifat lincah ini banyak dipelihara karena keunikan warna dan suaranya, merawatnya juga dirasa mudah. Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya bahwa merawat burung zebra finch sebaiknya sepasang, karena sang betina bisa menambah semangat burung jantan untuk tetap sehat, tetap hidup dan rajin berkicau. Perhatikan ketersediaan pakan didalam sangkar. Air minum sebaiknya diganti setiap pagi dan sore hari. Burung zebra finch juga perlu dimandikan dan dijemur, namun jika sobat terlalu sibuk dengan aktifitas keseharian sobat, sedakan cepuk air berukuran besar sebagai sarana untuk mandinya. Kebersihan sangkar juga harus diperhatikan, terutama sore hari hari sebelum burung dimasukan kedalam rumah untuk diistirahatkan.
  • Suara :

1. Zebra finch mastering

Download

2. Zebra finch menggoda pasangan

Download

 Cara menangkar (breeding) Zebra Finch :

  • Tips memilih Indukan – Jika sobat hanya memiliki sepasang ya bisa langsung menangkarnya. Namun jika hendak ingin memeliharanya untuk ditangkarkan, sobat bisa membeli di pasar burung maupun burung siap kwin yang biasanya dijual di peternak. Pilihlah indukan jantan dan betina yang sehat dengan ciri terlihat lincah dan agresif. Sebaiknya pilih jantan yang sudah gacor, agar anakan mewarisi kepintarannya dalam berkicau. Pilih pula burung zebra finch yang tidak cacat seluruh bagian tubuhnya dan pilihlah yang warnanya cerah.
  • Manangkar dalam sangkar harian – Tentunya ukuran sangkar harus yang aga besar. Banyak contoh yang berhasil menangkar burung kenari dalam sangkar harian. Menangkar burung Zebra finch pun bisa dilakukan dalam sangkar harian berukuran agak besar. Sarang bisa berbentuk tertutup seperti sarang kotak seperti glodok sarang ternak lovebird, atau dari anyaman rotan maupun bambu yang bentuknya tertutup, lubang hanya untuk keluar atau masuknya burung kedalam sarang. Yang harus diperhatikan adalah memastikan bahwa sepasang burung yang akan dikawinkan sudah berjodoh atau terlihat saling merespon setelah sebelumnya saling mengenal.

Ciri-ciri jantan yang merespon adalah dengan bernyanyi sambil menari, ada yang lucu pada momen ini, dimana nyanyian jantan terdengar seperti mainan anak-anak yang sering dibilang kokek, hehehe…. Betina akan merespon dengan menggoyang-goyangkan ekornya. Tahap penjodohan biasanya dengan sering mendekatkan dan menjauhkan sangkar keduanya, jika sudah terlihat saling merespon, burung baru bisa disatu sangkarkan.

Para breeder pada umumnya menggunakan sangkan koloni atau sangkar aviary berukuran besar dan menangkar beberapa pasang zebra finch didalamnya, dengan meletakan sarang yang lebih banyak dari jumlah pasangan calon pengantin zebra finch.

sarang ternak zebra finch

  • Media bertelur (sarang) – Sarang untuk bertelur diletakan aga tinggi (di atas) supaya lebih terhindar dari gangguan luar sarang. Sepasang burung zebra finch yang sudah berjodoh akan membangun sarang bersama-sama. Mereka mengangkut serat-serat baik sabut kelapa maupun serat nanas yang sudah kita sediakan berceceran dibawah, tak lupa sertakan rerumputan kering serta kapas, biarkan berserakan di dasar sangkar dan burung yang memilihnya.
  • Proses kawin dan bertelur – Burung zebra finch yang sudah melakukan perkawinan akan segera bertelur. Sang betina biasanya bertelur antara 5-8 butir dan akan langsung mengeraminya setelah bertelur yang terakhir.
  • Proses pengeraman – Pastikan selama proses pengeraman tidak ada gangguan dari luar pada burung zebra finch ini. Gangguan tersebut adalah misalnya sangkar yang tergoyangkan atau gangguan dari binatang seperti kucing dsb. Zebra finch betina akan menghabiskan waktunya untuk mengerami telur-telurnya selama 2 minggu atau 14 hari. Sang jantan akan ikut mengerami telur tersebut saat sang betina keluar untuk makan dan minum.
  • Proses penetasan – Setelah 14 hari dierami induknya, maka telur tersebut akan menetas dan lahirlah anak zebra finch yang lucu-lucu. Seringkali beberapa butir telur terlambat menetas, biarkan sampai 20 hari, namun jika pada hari ke 20 telur tersebut tidak menetas, maka sebaiknya sobat buang saja karena kemungkinan embrio pada telur tersebut mati atau telur tidak dibuahi jantannya.
  • Sediakan pakan untuk anakan – Pakan berupa egg food sangat diperlukan oleh piyik zebra finch yang baru saja lahir. Sang induk akan meloloh anka atau piyikan tersebut sampai mereka bisa makan sendiri.

anak (piyik) zebra finch

Jika sobat ingin memberinya ring sebagai tanda pengenal untuk piyikan atau sebuah penghargaan dari keberhasilan sobat menangkarnya, ring bisa dipasangkan pada piyik mulai usia 8 hari. Pada minggu ketiga, piyikan akan bisa belajar ternbang keluar sarang. Minggu keempatnya anakan zebra finch akan bisa makan sendiri. Jika anakan atau piyik sudah keluar dari sarang semuanya, bersihkan sarang bagian dalam untuk memulai kembali nantinya. Anakan (piyikan) zebra finch dapat dipisah dari indukannya setelah berusia 5-6 minggu, namun bagi yang sudah terbiasa meloloh anak burung, piyikan bisa dipisah setelah 2 minggu menetas dan indukan akan segera kawin lagi.

Jika perkawinan pertama telur tidak menetas, mungkin telur-telur tersebut tidak dibuahi atau infertil atau sering juga diistilahkan telur dara. Maka cobalah untuk mengawinkan yang kedua kalinya dan biasanya berhasil.

Kunci utamanya adalah, tekun, telaten dan terus bersabar.

Terimakasih sudah menyimak, semoga sobat sukses selalu.

Salam finch dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *