Pesona Pinstat atau Long tail finch alias shaft tail finch

Posted on

Pinstat atau Long tail finch alias shaft tail finch (peophila acuticauda) – Jenis burung finch dari keluarga Estrildidae ini juga berasal dari Australia. Di Indonesia burung ini lebih dikenal dengan nama pinstat dan burung fincj jenis merupakan salah satu dari 10 jenis burung finch yang paling digemari finchmania. Di mancanegara pun burung finch long tail ini banyak sekali penggemarnya sehingga banyak pula julukan lain untuknya diantaranya blackheart finch dan heck’s finch.

pinstat finch (long tail finch)

Banyak penggemarnya (finchmania) yang memilih jenis finch ini karena lebih mudah dalam merawatnya, burungnya bisa cepat beradaptasi dan akrab jika dikoloni dengan burung finch jenis lainnya. Pada umumnya, di luar negeri sana, long tail (shaft tail) ini dipelihara dalam kandang ukuran besar, didalamnya disediakan banyak makanan dan juga banyak sarang untuk media bertelur. Pemiliknya tidak repot-repot mengurusinya, setiap harinya hanya mengecek stok pakannya saja. Di dalam sangkar besar tersebut, disimpan pula pohon hidup berupa tanaman yang menghasilkan biji-bijian untuk pakannya, ketika tanaman tersebut berbuah atau biji-bijinya mulai ranum, burung akan mengambil sendiri langsung dari tanaman tersebut.

Ciri-ciri pinstat finch atau long tail finch (shaft tail finch)

pinstat finch (long tail finch)

Warna coklat kekuningan yang terkesan kalem dan lembut mendominasi warna seluruh bagian tubuhnya. Bagian kepalanya berwarna abu-abu, dengan mata berwarna hitam sampai ke pangkal, paruhnya yang berwarna merah atau oren, bagian lehernya berwarna hitam. Ekornya hitam dengan bentuk meruncing panjang, sebagaimana namanya yaitu long tail, bagian bawah ekor berwarna putih. Saat ini sudah banyak breeder yang menangkar burung finch jenis ini sehingga sekarang pinstat finch sudah banyak mengalami mutasi warna dan lebih cantik serta menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Mutasi warna tersebut diantaranya warna isabele, fawn, cream dan yang paling lucu adlah albino atau putih.

Sexing/membedakan jantan dan betina pinstat finch (long tail finch)

Membedakan kelamin jantan dan betina burung pinstat tergolong cukup sulit, karena burung ini termasuk burung monomorfik dimana jantan dan betinanya susah dibedakan. Namun beberapa referensi dapat membantu anda yang hendak ingin memeliharanya, terutama untuk sobat yang ingin mulai menangkarnya.

pinstat finch (long tail finch)

  • Pinstat jantan dan betina sama-sama memiliki warna hitam pada leher atau tenggorokannya, namun warna hitam tersebut dimiliki jantan dengan ukuran yang lebih lebar dan membentuk seperti segitiga.
  • Paruh pinstat jantan dan betina sama-sama merah, namun merah paruh sang jantan terkesan tegas dan terlihat lebih tebal dari betinanya yang memiliki merah pada paruhnya lebih terang sehingga terkesan aga tipis dari jantannya.
  • Pinstat jantan dan betina sama-sama memiliki ekor hitam, yang membedakannya adalah jantan memiliki ekor yang sedikit lebih panjang dari pinstat betina.
  • Jantan pinstat dan betina sama-sama berwarna abu-abu pada bagian kepalanya, namun jantan memiliki warna abu-abu yang terkesan lebih bersih dari sang betina.
  • Garis-garis kecil pada sayap pinstat jantan lebih tebal dari betinanya.
  • Nada panggil jantan lebih kencang dari betinanya dan jantan melakukannya sambil menari terutama saat dia menunjukan ketertarikannya pada betina pinstat finch.

Pakan burung pinstat finch (long tail finch)

Sama seperti burung finch lainnya misalnya burung owl finch, si pemilik topeng burung hantu. Finch pinstat juga memakan biji-bijian sebagai pakan utamanya. Milet putih dan pakan burung kenari umumnya diberikan pada burung long tail finch ini. Untuk pakan tambahannya pun sama yaitu sayuran hijau segar dan juga serangga kecil seperti ulat hongkong yang baru moulting, jangkrik kecil dan juga kroto. Di alam bebasnya, burung pinstat ini memakan rayap yang terdapat di pohon-pohon atau di kayu yang sudah rapuh.

Cara menangkar burung pinstat finch (long tail finch)

pinstat finch (long tail finch)

Seperti yang sudha dikatakan sebelumnya, di luar negri sana menangkar burung pinstat finch ini, cukup mudah yaitu dengan cara koloni dan burung-burung long tail didalamnya akan melakukan kawin masal disangkar besar tersebut pada setiap musim kawin tiba. Namun banyak pula yang menyarankan menangkar burung pinstat ini dalam satu sangar satu pasangan saja. Gunanya untuk memudahkan identifikasi kedepannya, indukannya yang mana dan anakannya yang mana.

Kotak sarang yang digunakan tidak jauh berbeda dengan manangkar burung strawberry finch. Sarang bisa terbuat dari anyaman rotan dan sejenisnya, bisa pula dibuat semacam kotak seperti glodok untuk sarang lovebird. Media bertelurnya berupa rumput kering, serat kelapa atau nanas yang disimpan tidak beraturan didalam sarang tersebut. Kotak sarang ditempatkan di bagian atas sangkar agar lebih terhindar dari gangguan luar yang mungkin terjadi dan menyebabkan kegagalan dalam proses penangkaran ini.

Burung pinstat finch pada umumnya akan bertelur sekitar 5-7 butir dalam satu periode musim kawinnya. Telur-telur tersebut akan dierami secara bergantian dan terkadang bersamaan oleh indukan jantan dan betinanya selama 2 minggu. Setelah telur menetas, baik indukan jantan maupun betina sama-sama mengasuh dan memberi makan anak-anaknya sampai anak (piyiknya) tersebut bisa keluar sarang kisaran umur antara 3-4 minggu dan seminggu kemudian burung bisa hidup mandiri dan bisa dipisahkan dengan kedua induknya.

Pakan yang diberikan untuk piyikan pada umumnya adalah egg food dan juga roti kering yang dibuat menjadi bubuk.

Sekian ulasan tentang burung lucu, unik dan menggemaskan ini dan semoga bermanfaat.

Terimakasih sudah menyimak, salam finch dari Paburung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *