Ragam Jenis Burung Srigunting – Penasara..?

Posted on

Ragam Jenis Burung Srigunting – Penasaran..? – Sebagian sobat kicau mungkin aga terkejut membaca judul artikel kali ini. Kenapa demikian..? Karena masih bisa dikatakan jarang yang mengetahui bahwa burung saeran gunting atau srigunting ternyata memiliki banyak ragam jenisnya. Penasarankan jadinya…?

Burung srigunting yang umum dikethui hanyalah dua jenis, yaitu srigunting hitam dan juga srigunting kelabu jika dibedakan dari segi warnanya. Tak bisa dikatakan salah juga karena memang begitu kenyataannya. Namun sekarang saya akan memaparkan ragam jenis burung srigunting terutama srigunting yang memiliki warna hitam pada seluruh tubuhnya.

Burung Sriguntuing banyak tersebar di wilayah hutan-hutan di tiap daerah di Indonesia. Seiring berkembang pesatnya dunia hobi burung kicau, semakin banyak pula penangkapan liar dan sekarang ini burung srigunting banyak dipelihara oleh sobat kicau. Burung yang tergolong memiliki ukuran besar ini memiliki bentuk ekor yang menyerupai gunting. Terutama pada srigunting hitam yang memiliki bentuk ekor sangat mirip dengan pisau gunting, namun tidak tajam ya…. Untuk kata Sri mungkin berarti padi dan jika disambungkan menjadi srigunting yang artinya gunting padi atau alat untuk memotong padi.

Terlepas dari julukan namanya, srigunting memiliki keunikan tingkah laku sehingga dia terkenal dengan burung idiot yang dalam bahasa Australia disebut drongo yang artinya dungu atau idiot. Burung Srigunting seringkali menipu burung lain dan merebut makanan yang sedang dibawa burung tersebut. Kekonyolannya itu misalkan ketika burung srigunting melihat burung lain membawa makanan, maka burung berekor seperti gunting ini menipunya dengan cara menirukan suara burung elang misalnya yang otomatis burung tersebut ketakutan, makanannya ditinggalkan kemudian burung srigunting memungutnya dengan mudah.

OK kita sebutkan ragam jenis burung srigunting di Negri kita satu persatu.

12 Jenis spesies burung Srigunting

1. Srigunting Hitam – Black Drongo (Dicrurus Macrocercus)

jenis srigunting hitam

Jenis burung srigunting yang satu ini memiliki keunikan dan tingkahlaku yang lucu. Bisa dikatakan burung srigunting hitam ini yang saya maksud sering menipu burung lain yang sedang membawa makanan. Kepintarannya menirukan suara burung lain membuatnya bisa bertahan hidup tanpa harus susah payah mencari makanan. Burung black drongo ini mampu menirukan suara burung pemangsa misalnya suara burung elang yang membuat calon target curiannnya merasa ketakutan, sehingga dia melarikan diri dan meninggalkan makanan berupa serangga atau apa saja yang dibawanya.

Srigunting hitam memiliki ukuran tubuh besar berukuran kurang lebih 29 cm. Bulu-bulu pada tubuhnya berwarna hitam buram sampai hitam legam dengan paruh yang lebih kecil. Ciri hasnya adalah bentuk ekornya yang menyerupai gunting dengan bentuk menggarpu.

2. Srigunting Kelabu – Ashy Drongo (Dicrurus Leucophaeus)

srigunting kelabu

Jenis burung srigunting yang satu ini memiliki ciri has yang membedakannya dengan jenis burung srigunting lainnya. HAmpir keseluruhan warnanya berwarna kelabu. Iris mata berwarna jingga dengan kaki dan paruh berwarna hitam, bentuk ekor menyerupai ekor srigunting hitam yang terlihat seperti pisau gunting.

Ukuran tubuhnya sama dengan burung srigunting hitam yaitu sekitar 29 cm. Kepintarannya tak hanya menirukan suara burung lain, tapi dia juga bisa menirukan suara binatang lain seperti kucing dan juga jangkrik.

3. Srigunting Jambul-Rambut – Hair-Crested Drongo (Dicrurus Hottentottus)

srigunting jambul rambut

 

Srigunting jambul-rambut memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar dari srigunting hitam dan srigunting kelabu, yaitu sekitar 32 cm panjangnya, dengan bulu-bulu yang berwarna hitam mengkilap. Ekornya yang panjang, berbentuk terbelah tumpul dengan ujung bulu yang tertekuk keluar atau kearah atas. Beberapa ras burung ini, pada mahkotanya memiliki jambul berupa bulu-bulu yang seperti rambut panjang. Iris mata berwarna merah atau putih.

Penyeberan global Srigunting jambul-rambut meliputi wilayah India, Cina, dan Asia tenggara. Sedangkan untuk penyebaran lokal spesies burung ini banyak ditemukan di Kalimantan, Kepulauan Mentawai,  Jawa, dan Bali. Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai ras atau sub-spesies dari Srigunting Lencana.
Burung Srigunting jambul-rambut ini juga terkenal pintar menirukan suara burung lain dengan suara kicauan cukup keras dan berirama yang terkadang diselingi dengan pekikan-pekikan keras terutama saat menakut-nakuti burung lain.

4. Srigunting Bukit – Lesser racquet-tailed Drongo (Dicrurus Remifer)

srigunting bukit

 

Srigunting bukit atau srigunting gunung memiliki ukuran tubuh sedikit lebih kecil dari srigunting hitam yaitu 26 cm. Seluruh warna tubuhnya hitam mengkilap dengan bulu ekor yang panjang dengan dua buah antena terdapat pada ujungnya. Banyak orang yang menyebut burung ini Saeran bendera karena 2 bulu ekornya yang memanjang tersebut. Iris mata merah, paruh dan kakinya berwarna hitam. Sepintas srigunting bukit mirip dengan srigunting batu, perbedaan yang paling mencolok terdapat pada ujung ekor dari srigunting bukit yang terpotong lurus, tidak terpilin seperti srigunting batu dan ukuran tubuhnya juga lebih kecil serta tidak memilik jambul.

Srigunting bukit memiliki 4 sub-spesies yang memiliki persebaran meliputi India, Cina selatan, Asia tenggara, dan Semenanjung Malaysia. Sedangkan untuk penyebaran di Indonesia banyak terdapat di Jawa dan Sumatera.

Seperti juga burung srigunting lainnya, srigunting bukit juga dikenal sering menyerang burung elang dan juga burung gagak. Bahkan dalam berburu serangga, burung srigunting bukit akan mengikuti rumput yang terbakar untuk menangkap belalang yang terbang atau serangga lain yang merasa terganggu oleh kebakaran.

Selain sangar, burung ini juga pintar menirukan suara burung lain dengan suara lantang dan pekikan keras.

5. Srigunting Gagak – Crow-billed Drongo (Dicrurus Annectans)

Burung Srigunting gagak memiliki ukuran tubuh sedang (26 cm). Seluruh tubuh berwarna hitam, paruhnya besar seperti burung gagak. Bentuk ekor menggarpu kedalam, dengan bulu terluar melengkung ke arah luar. Hampir sama dengan srigunting hitam namun dapat dibedakan oleh paruhnya yang lebih besar dan lebar dan ekor yang menggarpu tidak terlalu dalam.

srigunting gagak

 

Srigunting gagak merupakan burung migran yang memiliki habitat berkembang biak di Himalaya dan Cina selatan. Pada musim dingin burung ini akan bermigrasi hingga ke selatan menuju Asia tenggara dan Sunda Besar meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Jawa bagian barat.
Meski disebut sebagai srigunting gagak, namun suara kicauannya justru lebih berirama dengan suara-suara khas burung srigunting.

Pada usia remajanya, srigunting gagak memiliki garis-garis melintang keputihan di tubuh bagian bawah. Iris mata coklat atau merah, paruh hitam, kaki hitam. Memiliki tingkah laku atau kebiasaan memburu dengan cara memburu khas Srigunting.

6. Srigunting Lencana – Spangled Drongo (Dicrurus Bracteatus)

Srigunting Lencana memiliki ukuran tubuh sedang, panjangnya sekitar 27 cm. Tubuhnya berwarna hitam bangbara yangterlihat mengkilap kebiruan terutama saat terkena sinar cahaya, ciri atau bentuk ekor bercabang dan melengkung dan iris matanya berwarna merah terang.

srigunting lencana

 

Srigunting lencana tersebar di Papua dan sekitarnya, termasuk juga di Australia. Sejauh ini diketahui terdapat 11 sub-spesies dari burung srigunting lencana ini dengan daerah persebarannya masing-masing, ke 11 sub-spesies tersebut adalah:

  1. Dicrurus bracteatus morotensis tersebar di Morotai, ujung utara Halmahera (Maluku utara).
  2. Dicrurus bracteatus atrocaeruleus tersebar di Halmahera, Bacan, dan Kep. Papua bagian barat (Pulau Kofiau).
  3. Dicrurus bracteatus buruensis tersebar di P. Buru, di Maluku barat daya.
  4. Dicrurus bracteatus amboinensis tersebar di Maluku selatan (Seram, Ambon, Haruku, Saparua).
  5. Dicrurus bracteatus carbonarius tersebar di dataran rendah Papua dan pulau-pulau satelitnya, dan Kep. Aru.
  6. Dicrurus bracteatus laemostictus tersebar di Bismarck selatan (Umboi dan New Britain).
  7. Dicrurus bracteatus meeki tersebar di Kep Solomon selatan (Guadalcanal).
  8. Dicrurus bracteatus longirostris tersebar di Kep Solomon selatan (San Cristobal).
  9. Dicrurus bracteatus baileyi tersebar di Australia barat-laut (Kimberley Division utara, Pulau Bathurst, Pulau Melville, dan Arnhem Land utara).
  10. Dicrurus bracteatus atrabectus tersebar di Australia timur-laut; mungkin bermigrasi ke Selat Torres dan Pulau Papua tengah bagian selatan.
  11. Dicrurus bracteatus acteatus tersebar di Pantai timur Australia, pulau-pulau di Selat Torres dan Pulau Papua tengah bagian selatan.

Catatan: Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai ras atau sub-spesies dari srigunting lencana.

Seperti halnya burung srigunting lainnya, makanan utama burung srigunting lencana adalah serangga dan binatang-binatang kecil. Burung ini kerap bertengger di cabang-cabang pohon di hutan, tepi hutan, kebun, serta habitat terbuka untuk memantau wilayah kekuasaan (teritorial) dari kemunculan serangga atau burung lain yang terlihat membawa serangga. Perilaku burung srigunting memang cukup licik, karena ia akan bertingkah laku seperti perampok yang akan merampas serangga yang telah ditangkap oleh burung dari jenis lainnya. Namun dengan cara memperdaya target rampokannya yaitu dengan menirukan suara-suara burung predator yang sangat ditakuti.

Srigunting lencana termasuk burung yang memiliki kemampuan merekam dan menirukan suara-suara yang didengarnya dengan baik. Sehingga suara kicauannya cukup bervariasi dengan diselingi pekikan keras has burung srigunting.

7. Srigunting Batu – Greater racquet-tailed Drongo (Dicrurus Paradiseus)

srigunting batu

 

Dari beberapa jenis burung srigunting tersebut, srigunting batu bisa dikatakan paling pintar berkicau dengan lagu bervariasi dan bisa menirukan suara burung lain. Makanya burung ini merupakan jenis srigunting yang paling gencar banyak dicari. Burung ini di kenal juga dengan nama srintil dan saeran rambai. Kerabat dekat yang mirip dengan srigunting batu adalah srigunting bukit. Sekilas penampilan kedua jenis srigunting ini hampir sama, perbedaannya terletak pada postur tubuhnya dimana srigunting batu mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar. Panjang tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung antenanya sekitar 30 cm-an. Selain itu, ujung ekor srigunting batu bercabang mirip bentuk garpu, sedangkan srigunting bukit mempunyai ujung ekor yang berbentuk rata. Sama-sama mempunyai sepasang “antena” pada ujung ekornya, srigunting batu mempunyai warna bulu hitam mengkilap kebiruan dengan jambul di kepalanya, sedangkan srigunting bukit berwarna hitam kecoklatan dan tidak mempunyai jambul. Ujung antenanya melebar hanya di sisi sebelah luar dan berpilin sedangkan srigunting bukit tidak berpilin.

Karena kemerduan suara dan kepintarannya merekam dan menirukan suara burung lain, srigunting batu sering dijadikan burung klangenan di rumah, atau banyak juga kicau mania yang memeliharanya untuk memaster burung kicau lainnya. Jambul ini juga hanya akan dijumpai pada burung yang sudah berusia dewasa, terutama akan tampak jelas ketika burung ini sedang berkicau. Iris mata berwarna merah, paruhnya warna hitam dan kedua kakinya juga berwarna hitam. Secara keseluruhan penampilan burung ini tampak sangar  nan eksotis. Selain memakan serangga, burung ini juga senang memakan buah-buahan yang manis.

8. Srigunting Wallacea – Wallacean Drongo (Dicrurus Densus)

srigunting wallacea

 

Srigunting wallacea merupakan burung srigunting berukuran besar yaitu sekitar 28 – 38 cm panjangnya, dengan warna bulu hitam yang mengkilap kehijauan. Ekornya bercabang dengan iris mata yang berwarna merah.

Srigunting Wallacea merupakan burung dengan habitat di hutan hujan atau hutan tropis . Diketahui hanya hidup dan berhabitat di Maluku tenggara dan Nusa Tenggara. Terdapat 6 sub-spesies yang menyebar di wilayah tersebut. Bagi masyarakat di daerah Bima Dompu, burung ini biasa di sebut dengan Keci, karena bunyi yang dia keluarkan mirip dengan orang yang sedang bersin tapi nyaring.

9. Srigunting Keladi – Bronzed Drongo (Dicrurus Aeneus)

srigunting keladi

 

Srigunting keladi berukuran tubuh sedang yaitu sekitar 23 cm panjangnya. Warna bulu pada tubuhnya hitam yang mengkilap kebiruan dan iris mata berwarna coklat. Sepintas burung ini mirip dengan burung srigunting hitam namun ukuran tubuhnya lebih kecil dengan ekor yang sedikit menggarpu. Habitat dan kebiasaannya juga berbeda dengan srigunting hitam.

Penyebaran lokal srigunting keladi terdapat di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan penyebaran global srigunting keladi ini meliputi India, Cina selatan, Asia Tenggaram, dan Semenanjung Malaysia.

Srigunting keladi ini cukup agresif, mereka sering terlihat menyerang burung elang atau burung kangkok, dan sering saling mengejar diantara spesiesnya sendiri. Suara kicauannya cukup nyaring juga bisa menirukan suara kicauan burung jenis lainnya dengan cukup fasih.

10. Srigunting Sumatra – Sumatran Drongo (Dicrurus Sumatranus)

srigunting sumatera

 

Srigunting sumatera merupakan srigunting yang bertubuh besar, panjang tubuhnya mencapai 29 cm. Warna bulu pada seluuh tubuhnya hitam mengkilap dengan bentuk ekor yang lebar dan sedikit bercabang. Sepintas dia mirip dengan srigunting jambul-rambut,  bedanya adalah pada ukuran tubuh srigunting sumatera yang lebih kecil dan tidak memiliki jambul pada mahkotanya, ekor dan paruh yang lebih pendek.

Sesuai dengan namanya, burung ini merupakan burung endemik yang hanya berhabitat di Sumatera dan pulau sekitarnya. Terdapat 2 sub-spesies yaitu:

  • Dicrurus sumatranus sumatranus yang tersebar di dataran tinggi di Sumatera yang meliputi dataran tinggi Batak dan Bukit Barisan, dari Aceh hingga Gunung Kaba di Bengkulu.
  • Dicrurus sumatranus viridinitens yang tersebar di Kepulauan Mentawai ( Siberut, Sipura, Pagai utara dan selatan ), ujung barat Sumatera.

note: Beberapa pakar memasukan srigunting jambul-rambut dan srigunting sumatera sebagai sub-spesies dari srigunting lencana.

11. Srigunting Sulawesi – Sulawesi Drongo (Dicrurus Montanus)

srigunting sulawesi

 

Srigunting sulawesi ini  beukuran tubuh besar yaitu sekitar 28 cm panjangnya. Bulu pada seluruh tubuhnya berwarna hitam mengkilap kebiruan. Spesies srigunting ini merupakan burung endemik yang diketahui hanya memiliki penyebaran di daerah pegunungan di sekitar Sulawesi.

Srigunting sulawesi bisa dijumpai dalam kondisi sendirian, berpasangan atau berkelompok dengan jenis burung lainnya di hutan-hutan dengan ketinggian antara 550 – 1800 meter. Makanan utama dari srigunting sulawesi ini adalah serangga. Suaranya cukup nyaring dan berirama has burung srigunting juga dapat menirukan suara burung lain

12. Srigunting Kerdil – Pygmy Drongo (Chaetorhynchus Papuensis)

srigunting kerdil

 

Sesuai dengan namanya, Srigunting kerdil ini berukuran tubuh paling kecil dibandingkan spesies srigunting lainnya, panjangnya hanya sekitar 20 cm.

Spesies ini merupakan burung endemik di Papua. Hampir seluruh bulu pada tubuhnya berwarna hitam mengkilap kebiruan juga terdapat jambul pendek pada tengkuk bagian atas. Pada lipatan sayap terdapat bercak putih yang tersembunyi.

Pakan utama srigunting kerdil adalah serangga dan laba-laba dimana mereka mencarinya dengan cara berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Suara kicauannya cukup nyaring has suara burung srigunting, namun terkadang bercampur dengan suara yang aga serak sebagai ciri hasnya.

Demikian sobat, sudah saya sampaikan seputar ragam jenis burung srigunting.

Semoga tak penasaran lagi ya…… Salam kicau.

Salam srigunting dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *