Resiko Kematian Pada Burung Stress dan Drop

Posted on

Resiko Kematian Pada Burung Stress dan Drop – Siapa saja disini diantara sobat Paburung yang pernh mengalami stress mengurusi burung gacoan nya yang stress…? Memang bukan hal mudah menangani burung yang stress ini. Kegelisahan dan kehawatiran akan sangat terasa, apalagi hal ini diderita oleh burung kesayangan yang menjadi andalan atau jagoan kita di lapangan. Hal tersebut sangat manusiawi dan Paburung pun pernah mengalaminya. Bukan masalah harganya yang mahal, tapi rasa sayangnya yang mungkin tidak akan bisa dibeli. Burung yang kita rawat dengan penuh kasih sayang selama ini, menemani hari – hari di rumah, jalan – jalan ke gantangan, dari mulai kondangan sampai jadi juara pasti akan terbentuk chemistri atau hubungan timbal balik antara burung dan pemilik yang merawatnya.kacer stress

Stress dan drop merupakan masalah yang sangat beresiko. pemiliknya bisa ikut – ikutan strees dan juga drop karena pusing memikirkan bagaimana caranya mengtasi burung kesayangannya yang stress tersebut. Sobat Paburung tak usah berkeluh kesah, karena pada postingan kali ini Paburung akan memberikan  tips atau cara mengatasi burung yang stress dan drop tersebut.

Penyebab burung stress dan drop – Burung juga sering mengalami stress, karena burung juga memiliki naluri keburungan. hehe… Burung yang mengalami stress dan drop didominasi oleh  burung petarung, namun kondisi ini sering juga dialami oleh burung ocehan rumahan.

  • Burung petarung – Burung petarung bisa mengalami stress dan drop, biasanya setelah dia kalah diadu oleh lawan. Sebagian sobat Paburung mungkin pernah mengalami burung yang stress pasca kalah diadu, bahkan ada juga yang sampai burungnya mati karena tidak mendapatkan perawatan husus. Burung fighter yang sering mengalami stress karena diadu diantaranya burung ciblek, cucak jenggot, kacer dll. Ketiga burung tersebut termasuk burung yang paling rentan mengalami stress karena kalah diadu. burung stress pasca diadu

Faktor – faktor yang mempengaruhi burung stress dan drop sampai beresiko pada kematian :

1. Faktor Usia – Faktor usia memang sering menjadi slah satu faktor yang menentukan juara. Burung yang lebih tua usianya bisa mendominasi laju perlombaan diatas gantangan. Burung yang usia nya lebih nuda cenderung mengalami ketakutan saat diadu dengan burung yang lebih tua.

2. Faktor jam terbang – Jam terbang yang saya maksud adalah sesering apa dan sudah berapa lama burung tersebut diadu di ajang kontes. Burung yang jam terbang nya lebih dulu dan lebih banyak akan terbiasa dengan suasana gemuruh dan ramainya tempat kontes. Tembakan dari suara burung sudah biasa. Lain hal nya dengan burung yang baru turun kelapang kontes atau yang jam terbangnya beru dan masih sedikit, burung tersebut lebih beresiko mengalami kekalahan dan berujung stress dan atau drop. Namun ada juga burung yang benar – benar tangguh dan berjiwa fighter sejati. Dia tidak takut dengan burung – burung lain walaupun usianya lebih tua dan jam terbangnya lebih lama, lebih tinggi  dan lebih banyak.cara mengatasi burung stress

3. Faktor kesehatan burung – Faktor ini adalah faktor yang sangat berpengaruh. Kesehatan burung adalah hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap pemiliknya. Burung yang sehat, akan bekerja maksaimal saat dilombakan. Dia akan mengelurkan semua kemampuannya dalam berkicau sampai turun gantangan. Burung yang kurang sehat sangat tidak disarankan untuk diadukan, karena selain hasilnya yang tidak akan maksimal, burung pun akan lebih beresiko mengalami stress dan drop tingkat tinggi.

  • Burung rumahan – Pada burung ocehan / rumahan, kondisi stress bisa saja terjadi. Banyak hal yang mempengaruhinya selain yang utama yaitu kesehatan burung dan perawtannya. Penyebabnya adalah perjalanan jauh, perjalanan yang tidak nyaman, sangkar jatuh, pindah sangkar, ganti tangkringan, birahi yang tak tersalurkan, trauma pada pemiliknya, takut oleh hewan lain dan masih banyak lagi.
  • Ciri – ciri burung yang mengalami stress dan drop – Burung yang mengalami hal tersebut akan tampaak jelas terlihat dari perilakunya.

1. Burung terlihat gelisah.

2. Tidak betah di tangkringan.

3. Tubuh ngembung.burung stress

4. Malas berkicau.

5. Tidak mau makan.

6. Terlihat murung.

7. Kotoran encer

8. Merasa takut saat didekati.

Cara mengatasi resiko kematian pada burung stress dan drop :

Burung yang mengalami stress dan drop harus ditangani dengan perhatianlebih. Apalagi burung tersebut adalah burung kesayangan yang menjadi andalan saat diadukan. Langkah – langkah yang harus anda lakukan adalah sbb.

1. Isolasi ( pengasingan ) – Maksud dari isolasi atau pengasingan ini adalah menjauhkan burung dari burung lain. Usahakan burung yang mengalami stress tidak melihat dan mendengar suara burung sejenis atau burung lain yang bersifat predator serta jauhkan dari burung yang memiliki suara keras. Usahakan pula burung terjauh dari keramaian dan lalulalang manusia.

2. Penuhi kebutuhan nutrisi , vitamin dan gizi – Pemberian pakan yang bergizi tinggi, agar kesehatan nya berangsur pulih dan nafsu makannya bangkit lagi. Perbanyak pakan EF hewani agar mental dan birahinya stabil lagi. pemberian EF harus rutin dan teratur dan di selang seling. Misalnya hari ini jangkrik, besok kroto, besoknya lagi UH dsb. Untuk burung yang suka memakan buah – buahan atau sayuran, berikan dengan porsi yang lebih banyak dan jenisnya lebih berfariatif.

3. Terapi alam – Back to natural. Jika rumah anda dekat dengan sungai yang air nya mengalir dengan deras. Anda termasuk sobat Paburung yang beruntung. Suara aliran air d sungai dapat membantu mengembalikan sejatinya burung anda sebelum mengalami kondisi ini. Terapi ini adalah suatu cara untuk membuat burung seperti dialamnya. Namun untuk anda yang tak memungkinkan mendengarkan suara aliran air yang alami, anda dapat memberikannya dengan bantuan mp3. biasanya sepaket dengan suara kicauan burung di alam. Anda juga bisa memanfaatkan gemerincik air di kamar mandi sebagai media untuk terapi ini.full krodong

4. Full kerodong – Cara ini masih adalah kombinasi dari cara alternatif pengasingan ( isolasi ) dan terapi. Jika tak ada tempat untuk mengasingkan, full krodong adalah solusinya. Selagi dikrodong, anda bisa memperdengarkan suara terapi alam dengan volume yang tidak terlalu keras atau sayup – sayup saja.

5. Umbaran –  Cara ini dimaksudkan agar burung lebih bebas bergerak. Sehingga secara psikis, burung merasa sangat senang dan merangsang burung cepat sehat dan cepat gacor kembali. Mentalnya pun akan berangsur – anngsur stabil lagi.

6. Vitamin tambahan – Vitamin – vitamin untuk burung stress dan burung sakit ( drop ) kini sudah banyak dijual di kios – kios burung. Namun yang harus diperhatikan adalah dosisnya. Jika terlalu banyak bukan berefek baik, malah sebaliknya. Keadaan semakin memburuk dan resiko kematian lebih terlihat.

Semoga postingan ini bernilai manfaat untuk penghobi kicau semua. Paburung ikut merasa senang ketika mendengar burung kesayangan anda terbebas dari stress dan cepet sembuh dari mentalnya yang ngedrop.

Pesan dari Paburung, ” Jangan memaksakan burung yang kurang fit untuk tetap diadukan “. Karena hal tersebut sangat beresiko pada stress dan drop mentalnya burung itu sendir bahkan resiko terbesar adalah kematian pasca stress dan drop.

 

One thought on “Resiko Kematian Pada Burung Stress dan Drop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *