Solusi KACER Tidak Buka Ekor (Ngobra) Saat Ngadu

Posted on

Solusi KACER Tidak Buka Ekor (Ngobra) Saat Ngadu – Dimata para penggemarnya (kacer mania), burung petarung yang satu ini memiliki alasan unik yang membuatnya diburu untuk dimiliki. Burung kacer memang banyak sekali peminatnya dan muncul dai berbagai kalangan. Tak heran jika burung kacer (copsychus saularis) ini termasuk salah satu burung petarung terpopuler tahun 2016.

kacer ngobra

Baik dipelihara sebagai burung rumahan yang setiap harinya bernyanyi dengan suara lantang dan variasi lagu yang merdu, maupun dipelihara sebagai burung lomba (kontes), kacer memang sangat menarik perhatian orang yang melihatnya saat berkicau. Burung kacer terkenal dengan gaya buka ekornya saat diadu, atau sering disebut dengan istilah ngobra. Ngobra disini merupakan situasi dimana burung kacer terangsang untuk ngotot beradu dengan musuhnya. Ekornya terbuka lebar dengan badan sampai leher seperti meliuk kaku, ada yang sampai doyong dan kemudian tegap paruh menghadap keatas.

Gaya ngobra kacer merupakan bakat alami burung tersebut, sama halnya dengan kebiasaan mbagong pada burung hitam putih ini. Namun kenapa ada kasus burung kacer yang tidak mau ngobra saat diadu…? Berikut akan saya sampaikan beberapa alasannya.

Alasan kenapa kacer tidak mau ngobra saat diadu:

1. Faktor birahi – Birahi merupakan hal yang mutlak harus dimiliki semua jenis burung kicau, terutama burung bertipikal lomba. Faktor birahi yang dimiliki burung kacer berpengaruh terhadap gayanya saat bertarung. Burung kacer yang tidak mau ngobra saat bertarung bisa saja karena birahinya kurang naik atau belum stabil. Namun bisa juga karena birahinya terlalu over dan tidak tersalurkan dengan kicauannya, sehingga saat diadukan bukannya ngobra melainkan malah mbagong.

kacer ngobra

2. Bakat alami – Tak jarang kita temukan burung kacer sudah memiliki kicauan dan volume bagus. Variasi lagu sudah layak dikatakan burung kontes namun burung tersebut tidak mau ngobra atau buka ekor. Sedik menjengkelkan memang, karena walaupun burung tersebut jalan dilapangan, maka juri akan lebih melirik burung yang mengeluarkan gaya bertarungnya.

3. Faktor usia burung – Burung yang mapan dalam hal usia biasanya lebih mudah terangsang ketika mendengar suara musuh. Begitu pula saat diadukan langsung, biasanya burung yang berusia lebih tua mendominasi ngobra duluan dan yang muda entah mengalah atau kenapa menunggu beberapa saat bahkan sama sekali tidak mau ngobra.

4. Jam terbang (pengalaman) – Melanjutkan point 4, faktor usia terkadang tidak berarti jika sudah membicarakan jam terbang atau pengalaman lomba. Burung yang masih muda namun sudah panjang melintang mengikuti lomba akan lebih mendominasi jalannya lomba baik dari segi suara, irama lagu dan gaya buka ekor (ngobra) dibandingkan kacer yang usianya lebih tua. Karena istilah mapan pada burung kicau tidak selalu dilihat dari faktor usia, tak sedikit burung muda yang malah menjadi juara digelaran sebuah lomba.

5. Mental burung – Pada dasarnya mental tarung burung berbeda-beda levelnya. Mental merupakan faktor alami yang terkandung didalam darah masing-masing individunya. Mental burung dipengaruhi beberapa faktor lagi diantaranya faktor keturunan (gen), faktor perawatan, faktor usia dan faktor keberuntungan bagi pemiliknya. Jika sobat meerasa kurang beruntung memiliki kacer yang nyalinya sedikit ciut, maka solusinya adalah mencoba kembali keberuntungan sobat. Baik itu menukarkannya atau menambah koleksi lagi di rumah.

Memiliki burung kacer aduan merupakan idaman setiap pemilik yang memeliharanya. Rasanya kurang afdol jika burung aduan tidak memiliki gaya ngobra saat dilombakan. Adpun solusi untuk mengatasi 5 alasan diatas, berikut akan saya sampaikan. Solusi ini saya simpulkan dari obrolan-obrolan ringan dengan beberapa orang sobat kacermania.

kacer ngobra

Solusi KACER Tidak Buka Ekor (Ngobra) Saat Ngadu:

1. Naikan (stabilkan) birahi – Burung kicau dengan birahi tinggi akan memiliki semangat tarung yang tinggi pula, namun birahi yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan burung tersebut over birahi dan hasilnya tidak memuaskan bahkan mengecewakan saat dilombaan. Sebagaimana yang kita ketahui, birahi burung didalam sangkar bisa dimanipulasi oleh perawatan sang pemiliknya.

  • Naikan jumlah extra fooding – menaikan birahi burung bisa dengan menambahkan jumlah EF serangga pada pola rawatan harian. Tak hanya jangkrik, kroto atau ulat hongkong, sesekali beri kacer sobat serangga kecil bernama anjing tanah. Apa itu anjing tanah…? Orang Sunda lebih mengenalnya dengan nama gaang, di Jawa serangga yang hidup didalam tanah ini disebut orong-orong atau keredek. Nama lainnya adalah gansir dan singke yang dalam bahasa inggris disebut mole cricket.
  • Cas dengan kacer betina – Solusi ini juga manjur untuk kacer yang macet bunyi. Lebih bagus jika betina kacer pun gacor atau paling tidak rajin memanggil. Maksudnya untuk memancing burung kacer jagoan ngotot saat berkicau. Jika sudah mau ngotot, coba trek dengan beberapa kacer jantan dan biasanya burung akan lebih cepat ngobra saat diadu. Namun jika belum, lakukan lagi sampai burung mau ngobra saat di trek.

2. Bakat – Pada dasarnya ngobra merupakan bakat alami yang dimiliki burung kacer. Jika burung kerap tidak mau ngobra saat diadu, mungkin bakatnya tersebu masih terpendam. Maka yang harus dilakukan adalah melatih dan memancing agar bakat terpendamnya tersebut muncul secara alami pula. Biarkan burung sering melihat kacer yang sudah biasa ngobra, perhatikan jaraknya. Jauhkan kemudian dekatkan, lakukan beberapa kali dan lihat perkembangannya. Jika burung bebal dan tetap tidak mau ngobra, coba gantung sangkarnya ditempat yang paling tinggi diantara burung-burung lainnya. Sobat bisa mencba kerekan atau kelatan untuk burung. Ketinggian dipercaya dapat merangsang burung berkicau lebih lantang dan ngobra. Karena pada keadaan tersebut, naluri burung merasa menjadi yang paling tinggi diantara yang lainnya.

kacer ngobra

3. Usia – Belum diketahui pasti, pada usia berapakah burung kacer akan mau ngobra. Kebanyakan burung yang sudah dipelihara lama akan lebih mudah terpancing ngobra saat ditrek. Faktor usia ini dapat dilihat dari perkembangan bulan-ke bulan burung kacer yang dipelihara. Semaikn lama burung dipelihara, semakin kuat nalurinya untuk ngobra saat diadu. Namun beberapa burung kacer muda istimewa yang memiliki trah juara dan berbakat lebih, tidak perlu terlalu tua untuk ngobra saat melawan burung-burung yang lebih tua darinya. Bahkan tak sedikit burung muda ini menjadi juara, walau memang kebanyakan burung burung muda sering takut jika harus diadu melawan yang sudah mapan dalam hal usia. Solusinya adalah sabar, tetap konsisten dan telaten dalam merawatnya sampai menjadi burung yang istimewa.

4. Jam terbang (pengalaman) – Jam terbang yang saya maksud disini adalah pengalaman lomba. Burung yang sudah sering atau terbiasa dilombakana akan lebih terbiasa juga ngadu dengan gaya ngobranya. Burung yang baru beberapa kali dibawa lomba, bisa saja tidak mau ngobra karena malu-malu atau demam panggung karena belum terbiasa dengan situsi seramai itu. Solusinya adalah dengan lebih rajin melatihnya, persiapkan dengan sering ditrek dengan beberapa sangkar burung kacer di rumah sebelum dibawa ke arena lomba. Jika sudah mau jalan ditrek di rumah, lebih sering lah membawanya jalan-jalan ke lapang kontes.

5. Mental – Mental merupakan modal utama untuk setiap burung lomba. Burung yang bermental tempe bisa dikatakan tidak cocok untuk lomba, melainkan untuk burung rumahan. Meskipun tidak ngobra saat diadu, burung yang memiliki mental bagus tetap akan melawan. Berbeda dengan burung yang mentalnya kurang, dia akan lebih raajin lompat-lompat dan kebanyakan mbagong. Mental burung yang terlihat sudah bagus hendaknya dipertahankan, sedangkan yang kurang bagus sobat bisa menukarnya dengan burung lain yang sobat rasa lebih bagus dari yang sedang dipelihara. Jika sobat tetap penasaran dan keukeuh ingin tetap merawatnya, sobat bisa mencoba melatih mentalnya agar semakin menjadi burung pemberani.

Pisahkan dengan burung yang sudah berusia lebih tua darinya, jangan terlalu sering diperdengarkan kicau burung petarung lainnya, misalnya burung murai batu. Perawatan hariannya, gantung ditempat yang terpisah dan agak tinggi, biarkan burung saling bersahutan. Kondisikan birahinya dengan memperhatikan pakan EF nya. Mandi teratur dan ditrek seminggu sekali saja.

kacer ngobra

Apabila solusi tersebut tidak berhasil, opsi kedua adalah tidak memanjakannya. Melainkan merawatnya dengan pola rawatan militer. Biasakan burung diumbar, minimal seminggu 3 kali. Biarkan burung bolak balik didalam sangkar umbaran, bahkanbeberapa sobat menyimpannya disangkar umbaran selama sehari penuh. Kesan nya memang seperti menyiksa, namun hasilnya akan lebih terlihat. Sangkar burung ditempatkan di tempat yang ramai dan sering dilalui orang-orang, akan lebih bagus jika disimpan dipinggir jalan namun harus tetap diperhatikan, karena beresiko diambil orang. Memandikanya pun sampai benar-benar basah kuyup, dan dijemur dibawah terik matahari lebih lama. Burung yang dirawat secara militer, lama kelamaan akan memiliki mental baja, dan cuek bebek berkicau ngobra walau dikerumuni banyak musuh.

Menaikan mental burung kacer dengan cara mandi sauna, dimana burung kering dikerodong kemudian kerodong disemprot sampai basah dan dijemur dibawah terik matahari, jika kerodong terlihat mengering, semprot kembali agar selalu basah. Hentikan dulu rawatan tersebut jika burung terlihat sakit atau murung, bisa saja pola rawatan tersebut sedikit memberatkan dan harus dilakukan secara bertahap. jadi kunci utamanya adalah bersabar dalam merawatnya.

Sebagai tambahan:

Terimakasih sudah menyimak, semoga hari anda menyenangkan.

Salam ngobra dari Paburung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *